Kenalkan Pembelajaran Berbasis IT sejak Dini

180

NGAWI – Secara kuantitas pendidikan di Ngawi memang sudah tidak diragukan. Namun, secara kualitas pendidikan masih perlu ditingkatkan. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi Abimanyu, bahwa saat ini sudah tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah. Sebab, pemerintah sudah menjamin pendidikan anak-anak termasuk dari keluarga kurang mampu. ’’Saya yakin seratus persen, kecuali yang memang sengaja putus sekolah,’’ kata Abimanyu kepada Radar Ngawi kemarin (26/2).

Abimanyu tak membantah dulu masih banyak anak di Bumi Orek-Orek yang tidak sekolah. Selain tidak mampu membiayai, alasan lainnya karena sudah telanjur tua sehingga memilih tidak sekolah. Namun, semua masalah itu kini sudah berhasil ditangani. Banyak program pemerintah yang mendukung terkait wajib belajar sembilan tahun. ‘’Semua dibiayai negara bagi yang kurang mampu. Bahkan, kalau pintar, sampai kuliah juga dibiayai,’’ ungkapnya.

Mengenai alasan karena sudah telanjur dewasa, Abimanyu menyebut pihaknya sejauh ini sudah berhasil mengatasinya. Yakni, dengan menjemput anak untuk bersekolah sejak dini melalui pendidikan anak usia dini (PAUD). Sejak usia empat tahun, anak sudah dijemput untuk sekolah melalui PAUD tersebut. Sehingga tidak ada alasan lagi anak tidak sekolah karena sudah terlambat. ‘’Itu jadi isu nasional sebenarnya, tapi kami generasi baru di Ngawi tidak boleh seperti itu (tidak sekolah, Red),’’ tegasnya.

Mengenai kuantitas, Abimanyu yakin seratus persen. Justru sekarang yang menjadi prioritas pihaknya adalah peningkatan kualitas pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan itu, menurut Abimanyu, dibutuhkan sarana dan prasarana yang baik. Mulai dari gedung, laboratorium, dan sebagainya. ‘’Ini yang tengah kami upayakan sekarang,’’ ujarnya.

Abimanyu menyampaikan, saat ini pihaknya terus mendorong pembelajaran berbasis information and technology (IT). Salah satunya dengan menggalakkan pengadaan komputer di sekolah. Upaya itu ditempuh untuk menyiapkan anak-anak dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Semua anak harus dikenalkan dengan IT dari tingkat bawah supaya pada 2045 nanti tidak hanya menjadi penonton. ‘’Ini tidak boleh terjadi. Pembelajaran berbasis IT harus kami kenalkan sejak dini,’’ tuturnya.

Bicara soal peningkatan kualitas pendidikan, perlu pula untuk meningkatkan kualitas gurunya. Salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) baik yang bersifat fungsional, pembelajaran biasa, maupun diklat keahlian pemanfaatan IT untuk pembelajaran siswa. Jangan sampai siswa terus didorong supaya mampu menguasai IT, tapi gurunya malah tidak mampu. ’’Jadi, itu di antaranya yang akan kami lakukan ke depan, dengan tujuan akhirnya pada peningkatan kualitas pendidikan,’’ jelasnya. (tif/c1/ota/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here