Kenal via Medsos, Tentara Gadungan Tipu Mahasiswi

361

MADIUN – Cinta Nurul Febri Wahyuni kepada Tabrani Ade Remember, sang kekasih, berakhir di ranah hukum. Apa pasal? Perempuan 25 tahun itu melaporkan Tabrani ke Unit Intel 0803/Madiun atas dugaan penipuan. Kepada Nurul, Tabrani mengaku sebagai anggota TNI yang berdinas di Kodim 0910/Nganjuk. ’’Di awal perkenalan ngakunya sebagai TNI,’’ kata Nurul.

Nurul mengenal sosok pria tambun itu sekitar 3-4 bulan lalu melalui sebuah aplikasi media sosial bernama BeeTalk. Layaknya perkenalan melalui medsos, Nurul dan pria 36 tahun itu kerap menghabiskan waktu ber-chatting ria. Sampai akhirnya memutuskan untuk kopi darat pertama beberapa minggu setelah berkenalan. ’’Pernah diajak ke rumah ketemu ibu karena dia ada niatan serius, diajak ke rumah pada pertemuan kedua,’’ ujarnya.

Setelah pertemuan kedua itu, Nurul mengendus gelagat mencurigakan. Kecurigaannya kian menguat saat Tabrani meminta uang kepadanya sejumlah Rp 200 ribu dengan alasan untuk kebutuhan keluarganya. ’’Rp 200 itu langsung saya kasihkan ke dia,’’ beber Nurul.

Tidak  ingin berlarut panjang, bungsu dari lima bersaudara ini  sempat curhat ke kerabat dekatnya soal kecurigaannya. Kebetulan, suami dari kerabat dekatnya itu adalah seorang anggota TNI. Nurul sempat mem-posting foto Tabrani melalui WhatsApp dan minta tolong untuk dikroscek kebenarannya. ’’Juga cerita ke kakak, kakak saya yang nomor dua TNI,’’ terangnya.

Dari hasil  penelusuran kerabat Nurul, terkuak jika Tabrani bukanlah anggota TNI AD yang bermarkas di Kodim 0910/Nganjuk. Akhirnya, Rabu kemarin (2/5) sekitar pukul 18.30 Nurul melaporkan Tabrani ke Tim Intel Korem  081/Dsj dan Unit Intel  Kodim 0803/Madiun. ’’Disarankan untuk bertemu, dia (Tabrani, Red) dijebak,’’ tuturnya.

Keduanya bertemu di alun-alun Kota Madiun sekitar pukul 18.50. Lalu, Nurul mengajak Tabrani nonkrong di sebuah warung angkringan The Tarik Cak E Jalan Mangga, Taman, Kota Madiun. Keduanya tiba di warung tersebut satu jam kemudian. Di warung tersebut dilakukan penangkapan Tabrani oleh gabungan tim intel Korem 081/Dsj, Unit Intel Kodim 0803/Madiun, dan Denintel Kodam V/Brawijaya. Tabrani langsung digelandang ke Kantor Tim Intel Korem 081/Dsj Madiun Rumdis Korem 081/Dsj di Jalan Setia Budi.

Kepada tim gabungan, Tabrani sengaja menggunakan status TNI AD untuk menipu sejumlah perempuan. Perkenalan dengan sejumlah korban melalui medsos. Dengan alasan menjadi TNI AD bakal memikat hati perempuan karena memberikan kesan gagah. Agar semakin meyakinkan korbannya, Tabrani menjanjikan hubungan yang serius. Sekitar pukul 21.20 Tabrani diserahkan tim gabungan ke Polres Madiun Kota.

Kasat Reskrim AKP Logos Bintoro mengatakan jika dugaan penipuan tersebut akan dilakukan  penyelidikan lebih lanjut. Sementara ini, selain Nurul, diketahui ada Makrufah, 24, mahasiswi Stikes yang diduga kuat menjadi korban penipuan Tabrani. ’’Perkembangan hasil penyelidikan akan kami dalami, apakah locus di Madiun apa Magetan kami masih  menunggu hasil penyelidikan,’’ ungkap Logos. (mg2/c1/ota)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here