Kenaikan Gaji Belum Bisa Dinikmati Perangkat Desa

116

PONOROGO – Kenaikan gaji yang dijanjikan pemerintah pusat belum dapat dinikmati perangkat desa di Bumi Reyog. Sebab, belum ada aturan resmi yang diterbitkan pemerintah terkait rencana tersebut. Justru, pemkab menerima informasi jika rencana kenaikan gaji perangkat desa itu baru bisa dieksekusi tahun depan. ‘’Aturan seperti peraturan pemerintah (PP) pun belum turun. Justru informasinya baru bisa 2020,’’ terang Kepala BPPKAD Bambang Tri Wahono, kemarin (28/2).

Rencana kenaikan gaji perangkat desa se tanah air itu terungkap setelah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima keluhan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Januari lalu. Jokowi kemudian menyebut jika akan menaikkan gaji perangkat desa setara aparatur sipil negara (ASN) golongan II-A. Kabar itu tentu disambut baik perangkat desa, awalnya. ‘’Kami pun sudah antisipasi dan mencermati (anggaran). Tapi, sampai sekarang, belum ada instruksi lebih lanjut dari pusat,’’ ujarnya.

Saat ini ada sekitar tiga ribu perangkat desa di Bumi Reyog. Sementara ini, gaji para perangkat desa di Bumi Reyog memakan alokasi 30 persen dari total dana desa (DD) senilai sekitar Rp 120 miliar. Jika gaji para perangkat desa dinaikkan hingga setara ASN golongan II-A, maka Bambang mengestimasikan pos penghasilan tetap (siltap) yang harus dialokasikan mencapai sekitar Rp 90 miliar. ‘’Untuk saat ini, alokasinya bisa dinaikkan sampai 60 persen, atau sekitar Rp 70 miliar. Tapi, kebutuhannya mencapai Rp 90 miliar,’’ beber Bambang.

Para perangkat desa, kata Bambang, diharapkan bisa bersabar menanti kejelasan rencana kenaikan gaji itu dari pemerintah pusat. Selama pemerintah belum menerbitkan aturan resmi, maka daerah pun tak punya landasan hukum mengalokasikan siltap lebih dari 30 persen dari total DD. ‘’Sejauh ini kan sifatnya baru informasi, hasil dari aksi (PPDI) itu. Tapi belum ada aturan tegas dari pemerintah. Prinsipnya kami siap jika memang kenaikan gaji itu merupakan instruksi resmi dari pusat,’’ sebutnya. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here