Kena Teguran, Tunjangan ASN Melayang

29
HADI PRAYITNO (Inspektur Inspektorat Kabupaten Ponorogo)

PONOROGO – Ketidakhadiran aparatur sipil negara (ASN) di hari pertama kerja pasca libur lebaran ternyata tembus puluhan. Daftar ketidakhadiran itu ternyata tidak hanya diisi dua ASN yang absen karena sakit.

Tak kurang dari 48 ASN tidak berada di kantornya saat disidak, Senin (10/6). Alasannya beragam, mulai dinas luar, sakit, cuti hingga tanpa disertai keterangan jelas. ‘’Tujuh ASN jadi sorotan karena tanpa keterangan,’’ tegas Inspektur Inspektorat Kabupaten Ponorogo Hadi Prayitno.

Tujuh ASN indisipliner itu kini masuk daftar panggil tim bentukan inspektorat untuk diklarifikasi. Kabar ketidakhadiran mereka pun telah dilaporkan kepada Bupati Ipong Muchlissoni. ‘’Mereka berhak memberikan penjelasan, kenapa sampai tidak ada keterangan (bolos),’’ ujarnya.

Hadi menegaskan temuan itu berdasarkan hasil rekapitulasi yang telah dilakukan. Ketujuh ASN tercatat bolos tanpa keterangan lantaran tidak ada dokumen atau saksi yang bisa menjelaskan di mana keberadaan mereka. Pun, telah dicek lewat aplikasi absensi kehadiran dan absensi manual di masing-masing tempat kerja. ‘’Bisa saja yang di puskesmas ini, tidak absen di puskesmas induk karena langsung menuju tempat tugasnya di puskesmas pembantu. Mungkin juga memang sengaja,’’ sebutnya.

Buntut ketidakhadiran tanpa keterangan itu terpangkasnya tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Sebab, penghitungan TPP salah satunya didasarkan pada ketertiban ASN absen pada aplikasi absensi. Sanksi lainnya bergantung hasil klarifikasi. ‘’Kalau TPP, otomatis terpengaruh. Penjatuhan sanksinya disiplin ringan. Salah satunya teguran pernyataan tidak puas dari atasan langsung,’’ pungkasnya. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here