Magetan

Kena Marah, Seorang Mahasiswi Tinggalkan Rumah

Tiga Hari Sembunyi di Rumah Teman

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Surat keterangan tanda lapor kehilangan (SKTLK) dari Polsek Nguntoronadi dikembalikan oleh orang tua Rel. Hanya berselang jam dari langkah melaporkan hilangnya perempuan 21 tahun itu Rabu lalu (24/6).

Warga asal Kecamatan Nguntoronadi, Magetan, itu memutuskan pulang setelah kabur dari rumah Minggu (21/6). Selama tiga hari, perempuan itu bersembunyi di rumah kawannya di Kota Madiun. ‘’Setelah dijemput, sudah mau tinggal di rumah,’’ kata Sulis, ibu Rel, Kamis (25/6).

Mahasiswi salah satu kampus di Ponorogo itu kabur meninggalkan rumah setelah dimarahi ibunya. Orang tua berusaha mencari dengan mengontak kawan dekat, kerabat, dan teman kampusnya. Namun, semuanya nihil hasil. ‘’Kami lapor karena tidak ada petunjuk ke mana perginya,’’ ujarnya.

Di waktu bersamaan, Sulis meminta bantuan kepada bibinya Rel. Sebab hubungan keduanya cukup dekat. Lewat bujukan sang bibi, perempuan berhijab itu bersedia memberitahukan lokasinya tinggal selama kabur. Penjemputan dilakukan Rabu malam. ‘’Anak saya hanya mau dijemput bibinya,’’ ungkapnya.

Menurut Sulis, Rel tergolong anak yang baik. Dia menduga tindakan memarahi yang sebetulnya memberikan pemahaman itu disikapi berbeda. ‘’Mungkin saya yang terlalu kelewatan saat memarahi,’’ ujarnya seraya tidak menampik ada sedikit permasalahan dengan anaknya.

Terpisah, Kapolsek Nguntoronadi AKP Tirto Amarto membenarkan pelaporan Rel yang menghilang. Namun, karena sudah ditemukan, penyelidikan dihentikan. ‘’Kami sempat menyebar ciri–cirinya. Tapi, karena sudah ditemukan, tugas kami selesai,’’ terangnya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close