Ngawi

Kena Gendam, Duit SPBU Rp 9,5 Juta Amblas

NGAWI – Malang benar nasib Riyadi, 40, warga Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun. Salah seorang karyawan SPBU Wates, Desa Kawu, Kedunggalar, itu kena gendam. Duit SPBU sebanyak Rp 9,5 juta amblas dibawa kabur orang tak dikenal. ‘’Rasanya seperti orang bingung, saya baru ngeh setelah orang itu pergi,’’ kata Riyadi Minggu (30/6).

Apes yang menimpa Riyadi terjadi sekitar pukul 09.00. Bermula ketika mobil Honda Brio kelir merah masuk SPBU, lantas berhenti di terminal pengisian BBM jenis pertamax. Lantaran pertamax sedang kosong, Riyadi langsung memberi tahu si konsumen bahwa jenis BBM itu habis.

Bukannya pergi, seorang pria berkaus oblong warna biru keluar dari mobil. Pria tersebut tidak hendak mengisi BBM, melainkan malah mendekati Riyadi dan menawarkan isi ulang alat pemadam kebakaran api ringan (APAR). ‘’Saya sempat bilang kalau kantor tutup,’’ ungkapnya.

Dalam kondisi terpengaruh gendam, Riyadi manut saja saat diminta memberikan nomor pengawas SPBU kepada si pelaku. ‘’Dia (pelaku, Red) lalu menelepon. Setelah itu, mengatakan kalau urusan sudah beres dan tinggal dibayar,’’ ungkapnya.

Pelaku kemudian mengambil empat tabung APAR dari dalam mobil, lantas menukarkannya dengan yang ada di SPBU. Setelah itu, Riyadi bersama pelaku masuk ke kantor SPBU untuk transaksi pembayaran senilai Rp 9,5 juta. ‘’Setelah orang itu pergi, saya baru sadar kalau kena gendam,’’ ujarnya.

Riyadi kemudian berusaha mengejar pelaku yang keluar SPBU menuju arah timur. Namun, tidak membuahkan hasil. ‘’Ada rekaman CCTV-nya pas orang itu datang. Tapi, saya minta petunjuk dulu dari pemilik SPBU sebelum melaporkan kejadian ini ke polisi,’’ ungkapnya.

Agus Sugito, petugas SPBU lainnya, mengatakan bahwa pelaku saat itu bersama seorang perempuan di mobil yang terparkir di terminal pengisian BBM jenis pertamax. ‘’Pelat nomornya B, tapi tidak ingat berapa jelasnya,’’ ujarnya. (den/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close