Kembali Krisis, Stok Blanko E-KTP

19
BARU DITEMPEL: Lembaran permohonan maaf dari dukcapil untuk warga Kota Madiun sudah terpasang sejak Selasa (13/6).

MADIUN – Stok blanko e-KTP menipis. Pemkot putar otak. Pelayanan diutamakan bagi pemula. Mereka adalah warga yang baru berusia 17 tahun dan baru mengurus e-KTP. Data terakhir kemarin (18/6), total hanya tersedia 400 keping. ’’Dari pusat stok sudah kosong, sudah saya tanyakan dirjen dan akan dilelang lagi,’’ ujar Kepala Dinas Dukcapil Kota Madiun Nono Djati Kusumo.

Nono mengatakan, dukcapil telah mengajukan 4.000 keping blanko e-KTP awal puasa lalu. Namun, hanya dapat 1.000 blanko. Kamis  (13/6) dari 1.000 blanko tersebut tersisa 40 biji. Karena itu, Kamis (13/6) petugas dukcapil berangkat ke kemendagri untuk mengambil 500 blanko. ’’Info dari Jakarta hanya dapat 500. Jadi saya juga belum tahu sebenarnya dapat berapa. Antre se-Indonesia,’’ jelasnya.

Permasalahan krisis blanko ini tidak hanya terjadi di Kota Madiun. Melainkan juga beberapa daerah lainnya di Indonesia. Bahkan, di daerah lain ada yang sudah mengeluarkan surat keterangan (suket) sejak dua minggu lalu. Pihaknya juga belum mengetahui persisnya lelang di pusat terlaksana. ’’Selesai lelang saya nggak tahu karena kewenangan pusat. Saya berharap masyarakat bisa maklum karena ini (blanko habis) di luar kewenangan dukcapil yang ada di daerah,’’ akunya.

Lanjutnya, setiap harinya ad 150-300 keping blanko baru yang dibutuhkan warga Kota Madiun. Sehingga, jika nantinya dukcapil hanya mendapatkan 500 keping maka dipastikan akan bertahan sampai dua sampai tiga hari. Maka, warga yang tidak kebagian blanko untuk sementara waktu menerima suket sebagai gantinya. ’’Kalau suket pasti siap selalu ada,’’ bebernya.

Drajat Muhamad, warga Jalan Yos Sudarso ini misalnya. Kamis (13/6) mendatangi dukcapil untuk mengajukan permohonan e-KTP baru.  Dia datang dari Surabaya ke Madiun sekitar pukul 10.00. Sesampainya di dukcapil, ternyata blanko e-KTP habis dan menerima suket setelah antre selama dua jam. ‘’Ini nanti suketnya mau saya limanating aja biar nggak rusak,’’ ungkap Drajat.

Pria yang bekerja di sebuah pabrik ini mengajukan e-KTP baru untuk kelengkapan adminstrasi  perpanjangan surat kontrak kerja. Nah, manajemen pabrik meminta dia mengganti e-KTP. Lantaran, foto di KTP lamanya tidak terlalu jelas. Sehingga harus diganti. Setelah mengetahui menggunakan suket, dia berharap tetap mengurus perpanjangan surat kontrak kerjanya. ’’Semoga tetap bisa dipakai (suket) nya. Karena kan KTP lama saya ditahan dulu disini (dukcapil),’’  pungkasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here