Kematian Sulami Masih Misteri

47

PONOROGO – Kematian Sulami dengan isi perut terburai di teras rumahnya masih menjadi misteri. Hingga kini, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian perempuan 37 asal Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Ponorogo itu. Apakah bunuh diri atau dibunuh.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko mengatakan pihaknya masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Kediri. Meskipun pihaknya telah mengantongi hasil sementara. Namun belum cukup menjadi petunjuk untuk mengurai benang simpul misteri kematian Sulami. ’’Kami masih menunggu laporan tertulis hasil otopsi,’’ kata Maryoko.

Selain itu, demi memperkuat bukti, pihaknya bakal mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Rencananya barang bukti berupa pisau sepanjang 40 sentimeter, cincin yang dikenakan korban, celana dalam dan BH yang melekat di tubuh korban dikirimkan hari ini (11/4). ‘’Demi mendapat petunjuk yang lebih detail, kami kirimkan sejumlah barang bukti ke Labfor Polda Jatim,’’ lanjutnya.

Dia menjelaskan hasil tersebut bakal menjadi petunjuk penting untuk mengungkap misteri kematian Sulami. Pasca kejadian, polisi menemukan pisau sepanjang 40 sentimeter tergeletak di kamar Sulami. Berdasarkan keterangan Boyati, ibu Sulami, pisau tersebut sebelumnya tergeletak di kasur. ‘’Karena takut, ibunya memindahkan pisau tersebut ke bawah meja. Itu keterangan yang kami dapat dari ibunya,’’ ungkapnya.

Sehingga sidik jari yang melekat di pisau yang menjadi barang bukti kunci telah rusak. Karena itu, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium tersebut. Sembari mendalami keterangan para saksi yang telah dimintai keterangan. ’’Keterangan dari empat saksi telah kami dapatkan. Selanjutnya, masih kami dalami,’’ sambungnya.

Dia menambahkan sejumlah saksi tambahan dari keluarga Sulami telah didatangkan. Namun dari keterangan tersebut, polisi belum mendapat petunjuk tambahan. Meskipun polisi menemukan sejumlah keganjilan dalam nahas yang terjadi malam hari itu. ’’Sampai saat ini kami belum mendapatkan cukup bukti untuk menyimpulkan,’’ tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sulami tewas dengan keadaan mengenaskan. Ada bekas luka bacokan sepanjang 20 sentimeter di perut Sulami. Hingga isi perutnya terburai. Sulami yang berlumuran darah berada di teras rumah. Sambil teriak minta tolong.

Selain tercecer di teras rumah, isi perut Sulami juga tercecer di kamarnya. Bahkan darah menggenang di kamar tersebut. Sementara bercak darah dari kamar ke teras rumah berupa garis lurus. ’’Ini juga akan menjadi petunjuk penting. Masih kami selidiki,’’ ucapnya. (mg7/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here