Ngawi

Kemarau, Sejumlah Wilayah Ajukan Bantuan Air Bersih

NGAWI – Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih tidak bersahabat dibanding sebelumnya. Jika sepanjang 2018 lalu terdapat 30 desa di Ngawi yang terdampak kekeringan, kali ini diperkirakan bertambah menjadi 45.

Hasil pemetaan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, sebanyak 15 desa yang berpotensi dilanda kekeringan itu tersebar di tujuh kecamatan. Paling banyak di wilayah Pitu, yakni empat desa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi menjelaskan, 30 desa terdampak kekeringan tahun lalu tersebar di delapan kecamatan. Jumlah tersebut sesuai data desa yang menerima bantuan air bersih dari Pemprov Jatim. ‘’Tahun ini ada tambahan 15 desa yang diusulkan mendapatkan bantuan (air bersih),’’ ungkap Teguh Kamis (13/6).

Dia mengungkapkan, sejumlah desa telah mengajukan bantuan air bersih ke BPBD lantaran sumber-sumber air mengering. Salah satunya Pelanglor, Kedunggalar. ‘’Itu kami masukkan ke tambahan desa yang mengalami krisis air bersih,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, ada desa yang mengalami krisis air bersih namun tahun lalu belum masuk dalam daftar 30 desa yang terdata di Pemprov Jatim. Di antaranya, Karangmalang, Kasreman. ‘’Kasus seperti itu juga kami masukkan sebagai wilayah berpotensi kekeringan,’’ terangnya.

Apa upaya yang telah dilakukan BPBD? Teguh menyebut, pihaknya sudah mengajukan daftar desa-desa yang berpotensi mengalami krisis air bersih ke Pemprov Jatim. Namun, dia tidak bisa memastikan apakah semua desa tersebut kelak mendapatkan bantuan. ‘’Pihak pemprov nanti juga akan turun untuk melakukan verifikasi,’’ jelasnya.

Teguh menambahkan, berdasarkan surat edaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya, puncak musim kemarau di Ngawi diprediksi terjadi Agustus mendatang. Maju sebulan dibanding 2018. ‘’Tahun lalu kemarau dimulai Juli dan puncaknya pada September,’’ ujarnya. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close