Kemarau Rentan Picu Kobaran Api, Lima Hari, Dua Kebakaran

25
HANGUS: Petugas damkar membasahi area lahan yang terbakar di lingkungan Barean, Kelurahan Ploso, Pacitan, Selasa (16/7).

PACITAN – Musim kemarau rentan memicu kebakaran. Kurang dari lima hari, api menghanguskan salah satu bagian rumah warga dan lahan di Pacitan. Selasa (16/7) api membakar lahan kosong di lingkungan Barean, Kelurahan Ploso, Pacitan. Kobaran api yang berjarak 10 meter dari permukiman itu diduga muncul karena puntung rokok. Beruntung tidak sampai merembet ke rumah warga. ‘’Karena embusan anginnya berlawanan,’’ kata Yatiman, warga setempat.

Yatiman menyebut api sudah membubung tinggi kala diketahui pukul 14.00. Warga tidak menyadari ada kebakaran karena sedang istirahat di rumah. Semak belukar dan embusan angin kencang membuat si jago merah dengan cepat merembet luas. ‘’Warga menghubungi petugas pemadam kebakaran karena khawatir api menjalar ke permukiman,’’ ujarnya kepada Radar Pacitan.

Kobaran api berhasil dipadamkan kurang dari setengah jam oleh dua mobil damkar. Pembasahan dilakukan mengantisipasi bara api menyala kembali. Sebab, angin berembus kencang lantaran tempat kejadian perkara (TKP) dekat pantai. ‘’Munculnya api diduga dari puntung rokok yang belum sepenuhnya mati,’’ kata Kabid Damkar Satpol PP Pacitan Suyanto.

Suyanto mengungkapkan, kebakaran terjadi dua kali dalam kurun empat hari. Sabtu lalu (13/7), api menghanguskan ruang depan rumah Sutarmi di Dusun Suruhan, Sirnoboyo. Perabotan dan dokumen berharga di dalamnya terbakar habis. Kerugian atas peristiwa yang membuat pemilik rumah shock hingga dirujuk ke rumah sakit itu ditaksir Rp 50 juta. ‘’Dugaan penyebab kebakaran korsleting listrik,’’ ujarnya.

Berkaca fenomena kebakaran di musim yang tiada hujan, Yanto berharap warga lebih waspada. Berhati-hati dalam beraktivitas saat bersinggungan dengan api. Seperti membuang puntung rokok sembarangan. Mengingat kebakaran lahan dan hutan di kabupaten ini didominasi perilaku tak bertanggung jawab. Juga memperhatikan instalasi listrik di rumah. ‘’Teliti dengan aliran listrik saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong,’’ ucapnya. (gen/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here