Magetan

Kemarau Makin Meluas, Ratusan Hektare Sawah Mengering

MAGETAN – Lahan pertanian terdampak musim kemarau makin meluas. Dari sebelumnya hanya 167 hektare, kini meningkat menjadi 849,2 hektare luas tanaman padi mengalami puso. ‘’Jumlah itu akumulatif sejak awal musim,’’ terang Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan, Edy Suseno Jumat (28/6).

Kendati begitu, tak semua lahan pertanian itu tidak dapat dipanen. Terutama tanaman padi yang sudah tumbuh bulirnya. Pihaknya mencatat sampai dengan saat ini ada 265,5 hektare lahan pertanian yang masuk kategori kekeringan berat. ‘’Data ini terus berkembang. Kami intens berkoordinasi dengan petugas yang ada di lapangan,’’ jelasnya.

Parahnya lagi, kata Edy, tak semua lahan terdampak kekeringan itu telah diasuransikan. Sehingga, petani tidak bisa melakukan klaim atas gagalnya panen tersebut. ‘’Kami masih menunggu data dari perusahaan asuransi berapa yang mengajukan klaim,’’ katanya.

Selain padi, imbuhnya, tanaman lain yang terdampak kekeringan adalah tebu, kedelai dan jeruk Pamelo. Sekalipun saat ini masa panen jeruk Pamelo sudah lewat. ‘’Kami sudah menurunkan petugas untuk mengecek pohon jeruk yang rusak atau mati,’’ ujarnya.

Edy mengungkapkan luas lahan perkebunan jeruk Pamelo di Magetan mencapai 900 hektare. Di mana setiap hektarenya ditanami sekitar 400 pohon jeruk Pamelo. ‘’Untuk pohon yang rusak dan mati itu, akan kami ganti dengan bibit yang baru,’’ ungkapnya.

Hanya, menurut dia, penggantian bibit baru itu berdasarkan usulan dari kelompok tani. Selain itu, disesuaikan dengan anggaran yang ada. (bel/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close