Madiun

Keluhan Pelanggan PDAM Tirta Taman Sari

Meteran Rusak Diganti Keran

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sumber permasalahan yang menyebabkan tagihan air membengkak mulai terkuak. PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun telah menegaskan tidak ada kenaikan tarif bulanan. Fakta di lapangan menunjukkan water meter milik pelanggan rusak.

Sujatno, warga Jalan Anuraga Bhakti, telah melaporkan kerusakan water meter sejak Mei. Saat mendatangi kantor PDAM Tirta Taman Sari di Jalan Sulawesi, pria 60 tahun itu mengadukan kerusakan water meter mengakibatkan saluran pipa meluber ke teras rumahnya. ‘’Spidometer (water meter) bocor. Sudah lapor ke Jalan Sulawesi,’’ ujarnya.

Dua hari berselang, dua petugas datang ke rumah Sujatno. Bukannya memperbaiki water meter yang bocor, malah mengganti keran air. Sujatno pun merasa tindak lanjut yang didapatkan berbeda dengan keluhan yang disampaikan. ‘’Karena airnya masih mblambang (meluber) ke teras rumah, saya lapor lagi,’’ katanya.

Laporan terakhir dilakukan Sujatno pada Juni. Saat itu, laporannya kembali ditindaklanjuti. Namun, Sujatno dibuat kecewa lantaran mendapatkan penjelasan dari petugas bahwa kerusakan water meter yang diadukan itu disebut bukan tugasnya. Puncaknya, dia dikejutkan tagihan air melonjak hingga Rp 350 ribu. ‘’Padahal biasanya Rp 40 ribu-Rp 70 ribu. Kalau naik segitu ya cukup berat,’’ ungkapnya.

Sujatno kemudian meluapkan kekesalannya di media sosial. Kebetulan ada pembicaraan tentang topik yang sedang hangat seputar permasalahan itu di dunia maya. Dia ikut nimbrung dan menyertakan keluhan serta nama dan alamat lengkap rumahnya. Tagihan yang mencekik itu dirasakannya baru sekali ini sepanjang 20 tahun lebih setia menjadi pelanggan PDAM setempat. ‘’Baru kali ini,’’ sebutnya.

Supervisi Pencatat Meter PDAM Tirta Taman Sari Siswanto yang datang meninjau langsung ke lokasi Kamis (16/7) membenarkan bahwa ada gangguan pada water meter. ‘’Sudah waktunya dikuras, banyak pasir yang menyumbat,’’ kata Siswanto menjelaskan penyebab kerusakan water meter.

Siswanto pun membeberkan bahwa Sujatno bukanlah satu-satunya pelanggan yang mengeluh. Satu bulan terakhir, dia telah menindaklanjuti sedikitnya 70-an laporan dengan berbagai permasalahan. Mulai kebocoran pipa, kerusakan water meter, hingga angka pada water meter meloncat. ‘’Ada laporan, langsung kami tindak lanjuti,’’ ujarnya.

Terkait lonjakan tagihan yang ramai dikeluhkan, dia mengklaim disebabkan pemakaian yang tidak dicek karena pandemi Covid-19. Tingkat pemakaian oleh pelanggan sudah  melebihi rata-rata. ‘’Dan ternyata menumpuk pada Juni,’’ sebutnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close