Keluar Hutan, Celeng Acak-Acak Ladang

65

PACITAN – Babi hutan kembali menyerang di Pacitan. Kali ini giliran Desa Sambong, Pacitan, yang diacak-acak. Tanaman palawija habis dimakan binatang bersiung ini. Bahkan, sebagian ladang rusak diterjang kawanan celeng yang kelaparan itu. ‘’Saban tahun ada celeng. Tapi, tahun ini paling parah,’’ kata Andi, salah seorang warga setempat, kemarin (11/2).

Karena itu, setiap petang hingga jelang subuh para petani mesti bermalam di ladang untuk menghalau serangan babi liar tersebut. Bila tak dijaga, tanaman siap panen mereka bakal rusak. Tak hanya singkong, tanaman lain seperti jagung dan kacang tanah pun diembat. Biasanya, saat petang kawanan babi hutan itu keluar dari sarangnya. Siang harinya bersembunyi. ‘’Biasanya yang dimakan umbi hingga batang,’’ terang petani jagung itu.

Meski telah dipagar bambu dan batang pohon, namun babi hutan itu memang ganas. Mereka menggali tanah di bawah pagar untuk masuk ke ladang. Tak sedikit pagar yang diterjang hingga rusak. Sehingga, jika ingin menikmati hasil panen, tak ada pilihan lain selain menjaga ladang pada malam hari. ‘’Kalau obat celeng gak ada. Beda dengan serangga,’’ ujarnya.

Lanjut Andi, biasanya celeng menyerang lahan yang jauh dari permukiman warga. Di Sambong hampir seluruh wilayah desa diacak-acak celeng. Dia menduga menyempitnya lahan serta minimnya makanan di hutan membuat babi hutan mencari makan di kebun. ‘’Kadang warga pilih tanam di kebun dekat rumah biar mudah dijaga,’’ tuturnya.

Andi menyebut, celeng juga menyerang secara masif di sejumlah wilayah Pacitan. Terutama di lahan pertanian dekat hutan. Populasi celeng saat ini, menurut dia, masih tinggi. Biasanya, jika petani di satu lokasi kompak menanam satu jenis tanaman, serangan celeng bisa diminimalkan. ‘’Apalagi lebih mudah menjaga lahan, karena ramai-ramai,’’ jelasnya.

Dia berharap ada langkah yang diambil pemerintah terkait salah satu hama pertanian ini. Pasalnya, dari tahun ke tahun jumlah celeng kian meningkat. Jika dibiarkan dia khawatir kerugian petani bakal lebih banyak. ‘’Paling bagus dilakukan perburuan masal atau penambahan pagar yang kuat,’’ ucapnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here