Ponorogo

Kelas Bimbingan Perkawinan Minim Peminat

‘’Dari informasi yang saya dengar dari mereka seperti itu, nggak diizinkan pimpinan,’’ Hayat Priyono Wiyadi, Kasi Bimas Kemenag Ponorogo

PONOROGO, Radar Ponorogo – Kelas bimbingan perkawinan (bimwin) ternyata belum banyak diminati oleh para calon pengantin. Berdasar data tahun 2018 lalu, dari 7.800 calon pengantin, hanya 60 pasangan yang mengikuti kelas bimwin tersebut. Bahkan, jumlah tersebut menurun pada tahun ini dengan hanya diikuti 50 pasangan saja. ‘’Untuk data berapa pasang calon pengantin yang telah mendaftar ke KUA Ponorogo ditaksir kurang lebih ribuan,’’ kata Kasi Bimas Kantor Kemenag Ponorogo Hayat Priyono Wiyadi Kamis (21/11).

Terdapat sejumlah alasan yang membuat para calon pengantin absen mengikuti bimwin. Di antaranya, mereka mengeluhkan kesulitan mendapatkan izin dari tempatnya bekerja. Karena kelas bimwin digelar dua hari pada saat hari kerja. ‘’Dari informasi yang saya dengar dari mereka seperti itu, nggak diizinkan pimpinan,’’ ungkapnya.

Faktor lainnya terkendala domisili calon pengantin dari luar Ponorogo. Mereka enggan menyempatkan waktu dengan alasan lokasi jauh. Kasus seperti itu biasa dialami oleh para calon pengantin yang berstatus migran. ‘’Itu cukup banyak. Apalagi di Ponorogo banyak yang kerja ke luar negeri,’’ terang Hayat.

Di samping itu, kata Hayat, anggaran kelas bimwin terbatas. Karena alokasinya bersumber dari penerimaan negara bukan pajak. ‘’Angkanya berapa belum tahu. Datanya belum ada. Yang pasti, rutin dua tahun ini berturut-turut ada (dana untuk bimwin). Tapi, RKAKL Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga untuk tahun 2020 ada pengurangan,’’ bebernya.

Hayat menambahkan, turunnya alokasi dana program bimwin tentu berimbas pada kuota calon pengantin. Dalam setahun pihaknya hanya mampu menyelenggarakan kelas bimwin sampai 29 angkatan. ‘’Tujuan pemerintah membuat program bimwin ini kan karena melihat tingginya angka perceraian. Adanya bimwin ini salah satu upaya pemerintah menekan angka cerai itu,’’ jelasnya. (dil/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close