Kekuatan Mental Antar Genny Raih Juara III Duta Gemarikan Jatim

66

Nama Kota Karismatik bergema di level regional. Genny Kusuma Dewi berhasil menyabet juara III Duta Gemarikan Jawa Timur. Sebagai finalis termuda, pelajar kelas XI SMA itu memiliki kiat tersendiri menepis ketegangan di babak puncak.

——————-

JANTUNG Genny Kusuma Dewi berdebar keras saat dewan juri mengumumkan nama 20 finalis pemilihan Duta Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Jawa Timur pada 21 Maret lalu. Peserta dipanggil secara berurutan dari nomor terbesar ke terkecil.

Tak lama berselang, dewan juri menyebut nama Genny. Seketika dia tersenyum senang dan mengucap syukur berhasil meraih tiket menuju grand final. Kala itu Genny dipasangkan dengan pemuda asal Sidoarjo. ‘’Dari Kota Madiun ada satu pasang, yang lolos ke final hanya saya,’’ katanya.

Tahapan seleksi yang dimulai dari focus group discussion, tes tulis, dan wawancara dilalui Genny dengan mulus. Pun, dari 20 finalis tersebut dikerucutkan menjadi lima pasang yang berhak maju ke babak puncak. ‘’Semua finalis mendapat pertanyaan bagaimana upaya meningkatkan konsumsi ikan di Jawa Timur. Saya jawab penyebarluasan informasi edukasi melalui media sosial untuk generasi milenial,’’ kenangnya.

Remaja 17 tahun itu akhinya dinyatakan sebagai juara III. Baginya, prestasi itu merupakan surprise. Pasalnya, dari ke-20 finalis, Genny adalah peserta termuda, masih kelas XI SMA. Sementara, finalis lainnya berstatus mahasiswa, bahkan ada yang sudah bekerja. ‘’Sejak masuk final saya berusaha membangun mental, karena tahu saya satu-satunya yang masih SMA,’’ bebernya.

Genny memiliki strategi khusus untuk meyakinkan dewan juri. Ketika sesi wawancara berlangsung, dia berusaha menatap kedua bola mata lawan bicaranya. Lalu, menjawab semua pertanyaan dengan lugas dan jelas. ‘’Kan biasanya orang malah grogi hingga memilih melihat dahi atau sekitar mata,’’ ucap warga Perumahan Bumi Mas Kota Madiun ini.

Sebelum menjalani serangkaian tahap seleksi, Genny getol berburu referensi seputar gemarikan dari internet. Informasi yang dianggapnya penting kemudian di-screenshoot, lalu disimpan sebagai pesan WhatsApp. ‘’Saya kirim ke kakak di Surabaya, saya baca-baca lagi,’’ ujarnya.

Salah satu bagian seleksi yang paling berkesan adalah saat finalis dibekali uang Rp 100.000 untuk membeli ikan segar di Pasar Pabean. Di pasar tersebut Genny dan timnya memutuskan membeli ikan mujaer. ‘’Dipilih yang insangnya merah, sisiknya melekat kuat, dan matanya menonjol jernih,’’ jelasnya.

Sebelum mengikuti seleksi duta gemarikan, tahun lalu Genny berhasil menyabet juara II  duta genre yang digelar Dinas Kesehatan Kota Madiun. Dia juga pernah mengikuti seleksi kakang-mbakyu, namun gagal. ‘’Alhamdulillah, ternyata rezeki saya di sini (duta gemarikan, Red),’’ tuturnya. ***(dila rahmatika/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here