Kejutan, Nasdem Rebut Lima Kursi DPRD

511

MADIUN – Secara mengejutkan, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) meloloskan lima calon legislatornya ke gedung DPRD Kabupaten Madiun. Padahal, pada pemilu 2014, partai politik yang dipimpin Surya Paloh itu gagal merebut satu kursi dari 45 kursi yang tersedia. ’’Ya, sebelumnya kami memang zonk, tapi pileg ini yakin aman lima kursi,’’ kata Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Madiun Al Irsyad.

Irsyad memerinci lima kursi masing-masing satu dari daerah pilihan (dapil) 1, 2, 3, 5, dan 6. Keyakinan lima jagonya bakal melenggang ke Gedung Klitik –sebutan gedung DPRD Kabupaten Madiun– berdasarkan formulir C-1 yang diperoleh para saksi. Akan tetapi, kata dia, total perolehan suara yang didapatkan partainya belum bisa dipastikan. Selain masih proses rekapitulasi internal, jumlah sertifikat hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) itu belum komplet 100 persen dikumpulkan. ’’C-1 kami masih 65-70 persen. Belum lengkap dari beberapa dapil,’’ paparnya.

Meski rekapitulasi internal belum klir, Irsyad mantap mengklaim mengoleksi lima kursi. Pasalnya, hasil hitung internal di tingkat dapil tidak berbeda jauh dengan penghitungan suara C-1 yang dilakukan di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK). Karenanya, tim internal partai berlambang lingkaran biru dibalut rotasi warna jingga ini intens memonitor proses penghitungan di tingkat kecamatan agar tidak ada suara yang keluar. ’’Pengawalan ekstra khususnya dapil 5 karena perebutan kursi terakhir beberapa partai,’’ ujarnya.

Perolehan lima kursi diklaim sudah sesuai target awal DPD NasDem. Partai yang didirikan delapan tahun silam ini bertekad membuat kejutan di panggung Gedung Klitik yang dihuni partai nasionalis lainnya. Figur 45 caleg terbaik pun disiapkan setelah tidak mampu bersaing dalam pileg 2014. Persoalan belum memiliki kader mumpuni baik kuantitas dan kualitas disebut sebagai biang kegagalan mendulang banyak suara lima tahun lalu. ’’Kali ini kami datang persiapan matang dan berkat koordinasi yang baik dengan pusat,’’ ucap Irsyad.

Lain halnya NasDem yang promosi, kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) stagnan. Hasil penghitungan internal partai berlambang padi yang diapit dua bulan sabit, itu menyebutkan perolehan suara dari enam dapil mentok di tiga kursi. Jumlah yang sama dengan perolehan pemilu 2014. ’’Semua pasti berharap bisa lebih baik, tapi kalau memang hasilnya sama, ya harus disyukuri,’’ kata Ketua DPD PKS Kabupaten Madiun Jumadi.

Jumadi menyebut potensi tiga kursi itu dari dapil 3, 4, dan 5. Seorang calon di antaranya merupakan wajah baru. Hingga kini, pihaknya terus mengawal penghitungan C-1 di PPK agar tidak suara partai yang bergeser. ’’Perolehan suara kumulatif belum bisa dipastikan karena penghitungan C-1 masih berjalan,’’ ujarnya.

Mengacu hasil penghitungan suara di laman KPU RI per pukul 17.45, DPD NasDem Kabupaten Madiun mengoleksi 84 suara atau 6,07 persen. Peringkat kelima dari total 16 partai peserta pemilu. Sedangkan DPD PKS berada tepat di bawahnya dengan 83 suara atau 6,00 persen. Rekapitulasi tersebut berdasar suara masuk lima di antara 2.565 TPS di dapil 3 dan 6. (cor/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here