Kejadian Naik Fatalitas Turun

83

PACITAN – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Pacitan memprihatinkan. Kerugian materiil hingga nyawa melayang di jalan masih kerap terjadi. Bahkan, dalam sebulan mencapai belasan kejadian. Satlantas Polres Pacitan mencatat, Memasuki Februari hingga Sabtu (15/2) terjadi 27 laka lantas. ‘’Seorang korban meninggal dunia (MD),’’ jelas Kanit Laka Satlantas Polres Pacitan Ipda Amrih Widodo.

Amrih mengklaim angka laka lantas realtif stagnan dari tahun ke tahun. Januari tahun ini tercatat 18 kejadian. Melibatkan 22 korban. Satu di antaranya MD. Cenderung naik dari Januari 2018,  yakni 16 kejadian. Namun lima orang MD. ‘’Fatalitas menurun walaupun kejadiannya naik dua kasus,’’ ujarnya.

Laka yang melibatkan pengendara di bawah umur masih terbanyak. Mayoritas labil mental dan tak mampu menguasai kendaraan. Bahkan, terjadi tumburan antar-roda dua serta tabrakan dengan kendaraan lain. Kendaraan parkir pun diterjang dari belakang lantaran pengendara motor ugal-ugalan. ‘’Kita juga dapati laka tunggal, baik yang menimbulkan kerugian material maupun tidak,’’ terangnya

Saat ini pihaknya masih mendalami faktor lain penyebab laka lantas. Pasalnya, lokasi kejadian hampir menyebar di seluruh wilayah Pacitan. Namun, di kota lebih tinggi ketimbang kecamatan. Sehingga, untuk titik black spot masih menerawang titik rawan. Tahun lalu jalur lintas selatan (JLS) Pacitan-Trenggalek mendominasi. ‘’Sejak awal tahun ini tak ada kejadian berulang di satu lokasi,’’ ungkapnya.

Masalah serupa juga terjadi di wilayah hukum Polres Magetan. Mereka mencatat sepanjang dua bulan terakhir telah terjadi 20 kasus laka lantas. Jumlah itu naik sekitar 2 persen dari kejadian tahun 2018 lalu. ‘’Dari jumlah tersebut, 10 korban dilaporkan meninggal dunia,’’ kata Kanit Laka Lantas Polres Magetan Ipda Yuli Wiyanto.

Dampak kerugian materiil akibat kecelakaan itu juga membengkak. Dari semula Rp 50 juta menjadi Rp 80 juta. Sementara berdasar data yang ada, kasus kecelakaan didominasi oleh pengendara roda dua. ‘’Kasus kecelakaan rata-rata terjadi pada mereka yang berkendara melebihi batas kecepatan atau berkendara tanpa konsentrasi penuh,’’ ungkap Wiyanto. (mg6/mgc/her/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here