Kecewa, M. Syaiful Arief Tinggalkan Partainya

43

MADIUN – Internal DPC Partai Gerindra Kabupaten Madiun tampaknya sedang tidak harmonis. M. Syaiful Arief dan Mujiani -dua kadernya- melayangkan surat pengunduran diri dari bursa pencalegan ke KPU setempat, Rabu (10/10).

Surat pengunduran dua caleg itu diantarkan M. Syaiful Arief. Politisi senior itu datang seorang diri ke KPU setempat dengan mengendarai Honda Vario sekitar pukul 09.30. ‘’Internal partai tidak sehat. Gerindra tidak biasanya seperti ini,’’ katanya.

Setiap kebijakan seharusnya melalui pertimbangan dan persetujuan ketua dan sekretaris. Namun, Arief menilai, hal-hal seperti itu mulai ditinggalkan. Ditengarai, ini berkaitan dengan penataan bacaleg di setiap daerah pemilihan (dapil). ‘’Saya sendiri juga merasa ditinggal,’’ ujarnya.

Secara prosedural, kedatangannya ke kantor KPU guna memproses pengunduran pencalegan dirinya dan Mujiani. Di dapil III Dagangan-Geger itu, Arief nomor 1 dan Mujiani nomor 3. ‘’Saat ini baru proses pengunduran caleg, tapi arahnya tetap ke sana (mundur dari partai, Red),’’ tegasnya.

Keputusan pengunduran diri M. Syaiful Arief ini terbilang mengejutkan. Saat Rio Wing Dinaryhadi (ketua DPC Partai Gerindra) maju mencalonkan diri sebagai calon bupati (cabup) Madiun, Arieflah yang dipercaya menjadi sekretaris tim pemenangan. Dia pula yang membesarkan partai berlambang burung garuda merah di kabupaten ini dari nol. ‘’Sebenarnya ini bagian dari rentetan persoalan pascapilbup yang bergulir ke pileg ini,’’ urainya.

Berkaca besarnya peranan selama ini, mantan kades Sukosari, Dagangan (1998-2010), itu tetap yakin dengan keputusannya saat ini. Baginya, apa yang sedang berlangsung di partai saat ini sudah tidak sesuai dengan kata hati. ‘’Saya melihatnya sudah tidak sehat. Kalau tetap dipaksakan lanjut, saya sendiri yang akan tertatih-tatih. Karena sudah tidak sesuai prinsip,’’ papar bapak tiga anak ini.

Arief mengenang, di masa awal 2012 lalu, Partai Gerindra tidak mendapatkan jatah kursi DPRD untuk periode 2009-2014. Namun, kenyataan itu tak mematahkan semangat dirinya yang saat itu berjuang bersama Pieter (ketua DPC lama); dan Yatirin, mantan kades Tiron, Madiun, yang sampai kini masih menjabat wakil ketua DPC. Hingga partai ini moncer di gelanggang Pileg 2014-2019 dengan torehan empat kursi di DPRD Kabupaten Madiun. ‘’Rasanya senang bisa membangun partai ini dari semula tidak punya kursi hingga sanggup membentuk fraksi sendiri di DPRD. Tapi, kalau sekarang sudah merasa tidak ada manfaatnya,’’ ungkap Arief.

Terjun ke dunia politik, politisi 50 tahun ini sejatinya ingin membangun pertemanan. Dengan memperluas jaringan lantas memberikan sumbang pikiran di dunia perpolitikan. Namun, politik bukan segala-galanya. Setelah ini, pihaknya pilih fokus bersama keluarga mengembangkan usaha di bidang pertanian dan peternakan. ‘’Bukan berarti hidup dan mati, sehingga ketika sudah tidak di politik, masih banyak yang lain,’’ tuturnya sambil menyebut bakal melayangkan surat pengajuan serupa ke bawaslu hari ini.

Sementara itu, Ketua KPUD Kabupaten Madiun Anwar Sholeh Azarkoni belum mengambil langkah konkret atas pengunduran diri kedua caleg Partai Gerindra itu. Pihaknya masih menanti keputusan dari partai yang bersangkutan. ‘’Sesuai aturan, ketika mereka mundur sudah tidak bisa digantikan lagi,’’ katanya. (c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here