Kecamatan Ngawi-Kedunggalar Nunggak PBB Rp 280 Juta

70

NGAWI – Realisasi pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) di Ngawi 2018 sudah melebihi target. Meski begitu, masih ada beberapa kecamatan yang menunggak. Jika diakumulasikan, jumlah tunggakan per 13 Maret 2019 mencapai hampir Rp 280 juta. ‘’Itu (tunggakan, Red) akan terus ditagih sampai lunas,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) Bambang Supriyadi kemarin (24/3).

Dijelaskan, tunggakan PBB tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Ngawi dan Kedunggalar. Masing-masing sebesar Rp 174,4 juta dan Rp 105,7 juta. Di Ngawi, tunggakan tersebar di delapan desa. Sedangkan di Kedunggalar ada di tiga desa (selengkapnya lihat grafis).

Bambang mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat kepada camat Ngawi dan Kedunggalar agar segera mengupayakan pelunasan tunggakan tersebut. ‘’Data pajak itu tidak akan hilang sampai kapanpun, jadi akan terus ditagih,’’ tegasnya.

Sebenarnya, lanjut dia, adanya tunggakan PBB tersebut tidak berdampak signifikan. Apalagi, realisasi tahun lalu sudah melampaui target. Hanya, yang disayangkan adalah kinerja petugas penarik pajak di desa atau kelurahan. Sebab, dana yang terkumpul dari PBB itu kelak dikembalikan ke desa dalam bentuk penghasilan tetap (siltap). ‘’Kalau masih belum lunas nanti bisa jadi siltapnya belum bisa dicairkan,’’ ungkapnya.

Menurut Bambang, adanya tunggakan pajak itu disebabkan beberapa hal. Di antaranya, wajib pajak (WP) di daerah pedesaan mengalami gagal panen. Sedangkan di kawasan perkotaan, kata dia, dipengaruhi kultur masyarakat setempat. ‘’SDM di kota memang lebih maju, tapi dari sisi kepatuhan pajak biasanya lebih patuh warga desa,’’ sebutnya.

Bambang menjelaskan bahwa masa pembayaran PBB 2018 sebenarnya paling lambat 30 September. Namun, sesuai kebijakan kepala daerah setempat diperpanjang hingga 31 Desember. ‘’Realisasi PBB 2018 lalu sebesar Rp 17,8 miliar atau surplus 11,7 persen dari target Rp 16 miliar. Sedangkan tahun sebelumnya dari target Rp 15 miliar terealisasi Rp 15,9 miliar,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, potensi PBB di Ngawi masih jauh di atas target sekarang. Yakni, sekitar Rp 21 miliar. Sementara, wilayah baku PBB di Ngawi tersebar di empat kecamatan yakni Ngawi, Kedunggalar, Paron, dan Geneng. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here