Kebonagung Paling Sering Disambangi Bencana

89

PACITAN – Kondisi geografis berupa perbukitan dan bentangan pantai yang panjang membuat wilayah Kabupaten Pacitan dibayang-bayangi bencana. Dari tahun ke tahun jumlahnya tak kunjung turun signifikan. Tanah longsor, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, silih berganti mendera Kota 1001 Gua itu. ‘’Paling sering longsor,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati kemarin (6/1).

Tahun 2018 BPBD mencatat 298 peristiwa bencana terjadi di seluruh (12) kecamatan. Sebanyak 159 kejadian di antaranya tanah longsor disusul banjir 101 kali. Sisanya tanah ambles, kebakaran, dan angin kencang. Pun hampir seluruh kecamatan dilanda bencana serupa. ‘’Termasuk gelombang rob beberapa waktu lalu juga sempat terjadi dan merusak area sekitar pantai,’’ ujarnya.

Kecamatan Kebonagung paling sering dilanda  bencana sepanjang 2018 lalu. Yakni, 82 kali banjir di beberapa titik serta 23 kejadian tanah longsor. Jumlah tersebut didominasi banjir November silam. Sementara wilayah kecamatan lainnya total 76 kali bencana. Dengan 61 kejadian di antaranya tanah longsor. ‘’Kejadian tanah longsor paling banyak terjadi di Kecamatan Tulakan dari 12 kecamatan yang ada,’’ papar Dianita.

Jika dibandingkan tahun 2017, kejadian bencana 2018 turun. BPBD mencatat 1.728 kejadian baik tanah longsor, banjir, hingga tanah rekah pada 2017. Itu tak lepas dari dampak siklon Cempaka akhir 2017 lalu. Hingga dari 12 kecamatan nyaris seluruhnya dilanda bencana. ‘’Terparah memang kota (Pacitan, Red) karena terdampak banjir,’’ ungkap Dianita.

Dari total kejadian 2017 itu, 906 di antaranya banjir. Sementara, 663 lainnya tanah longsor. Pun tanah ambles atau tanah gerak dan rekah 135 kasus. Sisanya, angin kencang hingga kebakaran. ‘’Hujan 2017 lalu memang tergolong lebat dengan durasi lama,’’ sebutnya.

Kecamatan kota terjadi 927 kali bencana. Perinciannya, 840 kali banjir, 54 lainnya tanah longsor. Disusul Sudimoro dengan 253 kali bencana, 193 di antaranya tanah longsor dan 44 lainnya banjir. Tak jauh beda dengan Kecamatan Tulakan dengan 237 kali kejadian. ‘’Tahun ini jumlah kejadian bencana turun, tapi masih tergolong tinggi lantaran dampak tahun sebelumnya,’’ bebernya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here