Keblinger! Kades Pucangrejo Ketagihan Nyabu

1135
BUDAK SABU: Kades aktif Pucangrejo Bambang Prasetyo, tersangka pemakai dan kepemilikan sabu seberat 0,51 gram.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Seorang oknum kepala desa di Kabupaten Madiun keblinger. Seharusnya jadi panutan bagi warganya, Bambang Prasetyo, kepala desa (kades) Pucangrejo, Sawahan, Kabupaten Madiun, justru tertangkap polisi. Kades aktif itu kedapatan membawa dan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Bambang dibekuk anggota Satreskoba Polresta Madiun saat hendak mengambil sabu pesanan Senin sore (5/8). Barang haram itu diranjau di kawasan traffic light Jalan Prambanan, Kelurahan Madiun Lor, Manguharjo, Kota Madiun. Lokasinya dekat Mapolsek Manguharjo. Dia tidak berkutik saat polisi menangkap basah pria 38 tahun itu mengambil sabu. ’’Kami dapat laporan dari masyarakat, kami tindak lanjuti,’’ kata Kapolresta Madiun AKBP Nasrun Pasaribu.

Dijelaskan, warga setempat sering melihat tersangka sedang melakukan transaksi mencurigakan di sekitar lokasi. Dari situlah petugas mengamati gerak-gerik tersangka yang selalu mengendarai motor Vario nopol AE 3062 C saat mengambil pesanan. ’’Kami selidiki identitas dan pengamatan beberapa hari sebelum penyergapan,’’ ujarnya.

Rupanya, tiap kali ke Kota Madiun, tersangka selalu mengambil suatu barang yang digeletakkan di pinggir jalan. Aktivitas itu diketahui petugas yang telah mengintai. Saat mengambil sabu pesanan di lokasi, petugas langsung menggerebek. ’’Kami kembangkan penggeledahan di rumahnya,’’ sambung Nasrun.

Bambang tidak berkutik saat petugas mendapatinya membawa sabu seberat 0,51 gram. Sementara dari hasil penggeledahan di tempat tinggal, polisi mendapatkan pipet yang baru saja digunakan untuk memakai sabu, sedotan, korek api, botol bekas, kertas putih, dan kotak dari kertas karton. ‘’Barang bukti kami amankan,’’ tuturnya.

Di hadapan petugas, Bambang mengaku telah menggunakan sabu sejak dua bulan terakhir. Pun, dia mengaku membeli barang haram itu menggunakan uang pribadi, bukan dari dana desa. ‘’Untuk pemasoknya masih kami dalami dan kembangkan, semoga dapat segera kami ringkus,’’ ucapnya.

Polisi masih mendalami dan mengembangkan orang yang memasok sabu kepada Bambang. Pun identitas pemasok masih dalam penyelidikan. ’’Untuk kasus oknum kepala desa atau aparat baru sekali ini kedapatan menggunakan sabu,’’ ungkapnya.

Sepanjang tahun ini, pihaknya telah menangani 22 kasus narkotika. Sepanjang Juli sampai saat ini saja telah ada tujuh kasus. Itu cukup membuktikan bahwa di Kota Madiun narkotika merajalela. ’’Tidak ada toleransi bagi yang melanggar hukum,’’ tegasnya.

Selain terancam kehilangan jabatannya, Bambang terancam hukuman kurungan penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun. Bambang terbukti melanggar pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. ‘’Dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta, paling banyak Rp 8 miliar,’’ bebernya. (mg7/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here