PacitanPeristiwa

Kebakaran Limbah Produksi Pabrik Tripleks

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Seluruh karyawan PT Linggarjati Mahardika Mulia (LMM) II Rabu siang (4/9) dilanda kepanikan. Setelah limbah produksi pabrik tripleks di Desa Sambong, Pacitan, itu terbakar. Proses pemadaman memakan waktu enam jam sejak api diketahui berkobar pukul 12.00. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. ‘’Juga tidak sampai mengganggu aktivitas karyawan pabrik,’’ kata Solichin, sekuriti pabrik tersebut.

Dia mengungkapkan, kebakaran skala kecil terjadi 3,5 jam sebelumnya. Karena belum terlalu besar, api bisa dipadamkan. Kemungkinan sisa bara itu belum sepenuhnya mati. Merembet ke tumpukan limbah kayu hingga memicu kebakaran besar. Apalagi lokasinya terbuka dengan luas sekitar 1.000 meter (50×20 meter). ‘’Saya lihat asap hitam sudah membubung tinggi. Saya teriak kebakaran dan karyawan lain semburat keluar,’’ bebernya.

Ketika mobil pemadam kebakaran tiba, karyawan kembali menjalankan tugasnya masing-masing. Tidak terkecuali aktivitas repair tripleks yang ruangannya berhadapan langsung dengan amukan jago merah. ‘’Untung tidak sampai merembet ke ruang repair,’’ ujar Solichin.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Damkar Sapol PP Pacitan Suyanto mengatakan, jenis limbah kayu yang terbakar menyulitkan proses pemadaman. Pihaknya juga kesulitan mencari air. Dua unit damkar dan satu penyuplai tidak mampu mengatasi. Datang bantuan suplai air dari tiga instansi di wilayah kota. ‘’Total menghabiskan 18 tangki air ukuran 5 ribu liter,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Dibakar atau Terbakar?

PENYEBAB kebakaran limbah produksi PT Linggarjati Mahardika Mulia (LMM) II masih menjadi misteri. Kendati demikian, manajeman pabrik tripleks itu mengklaim peristiwa tersebut terjadi bukan karena kesengajaan. ‘’Informasi yang saya dapat ada yang membakar sampah,’’ kata Direktur PT LMM II Junaedi.

Junaedi menegaskan, tidak boleh ada aktivitas yang berhubungan dengan api di kompleks pabrik. Menilik keberadaan limbah yang menumpuk. Kendati bukan termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3), tempat khusus disediakan untuk pembakaran akhir. Itu sesuai standard operating procedure (SOP). ‘’Kami bakal investigasi penyebab kebakaran,’’ ujarnya.

Kapolsek Pacitan AKP Kusnan menyebut ada dua dugaan penyebab kebakaran. Hasil menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan saksi. Pertama, unsur keteledoran karena ada tungku pembakaran tidak jauh dari titik kebakaran. Kedua, kesengajaan karena cepat atau lambat limbah akan dibakar. ‘’Kami lidik untuk penyebab pastinya,’’ tuturnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close