Ke Ngawi, Sandi Minta Emak-Emak Tidak Baper

369

NGAWI – Ada yang berbeda dalam kunjungan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno di Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, kemarin (5/2). Jika biasanya dalam sesi tanya jawab banyak yang menyampaikan keluhan, namun kali ini Sandi mendapatkan curhat dari seorang emak-emak pendukungnya. ’’Bagaimana cara bapak bisa sabar saat disambut dengan penghadangan seperti dalam video yang beredar beebrapa hari terakhir ini?’’ celetuk emak-emak yang jadi penanya terakhir di sesi tersebut.

Satu-satunya penanya perempuan yang diketahui bernama Dami itu juga menambahkan bahwa dirinya merasa mangkel (kesal) atas beredarnya video-video itu. Kebetulan, kemarin Dami bisa ketemu yang bersangkutan sehingga ingin menanyakan langsung kepada Sandi terkait sikapnya terhadap aksi tersebut. ’’Karena saya merasa mangkel melihatnya, jadi bagaimana bapak menyikapinya itu?’’ tanyanya lagi.

Sandi yang kebetulan mengetahui maksud pertanyaan emak-emak itu langsung menanggapinya pertama kali. Kendati pertanyaan tersebut disampaikan paling akhir. Menurut mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut apa yang ditanyakan oleh emak-emak itu sangat gampang untuk dijawab. Jika dibandingkan dengan pertanyaan lain yang sebagian besar menyangkut soal keluhan ekonomi. ‘’Supaya tidak mangkel, anggap saja bahwa Allah SWT telah mengirim mereka untuk memberikan penyambutan,’’ kata Sandi.

Sandi lebih memilih berprasangka baik dalam menyikapi aksi penghadangan yang dilakukan sejumlah warga ketika dirinya berkunjung ke sebuah daerah. Dia merasa tidak dihadang, tapi disambut meski dengan sesuatu yang mungkin kurang mengenakkan bagi dirinya maupun para pendukung pasangan capres-cawapres tersebut. ’’Kalau ada yang bilang itu penghadangan, saya sampaikan bahwa itu bukan penghadangan. Tapi itu malah penyambutan, penghormatan buat kami,’’ paparnya.

Sandi juga mengajak para pendukungnya terutama emak-emak tidak baper. Selain itu lebih mengutamakan husnudzzn (berprasangka baik) dari pada suudzan (berprasangka buruk). Karena menurut dia bagaimanapun yang melakukan aksi itu merupakan saudara. Justru Sandi berpesan jika ada yang mengenalinya, silakan disampaikan bahwa meski berbeda pilihan tapi semua tetap bersaudara. ’’Jadi jangan mangkel ya Bu, karena itu cara Allah SWT mengetes kesabaran kita,’’ ungkapnya.

Selain itu, ada beberapa pertanyaan yang menyangkut permasalahan warga setempat. Mulai dari keluhan sepinya pembeli kerajinan bonggol kayu jati akibat dampak pembangunan jalan tol, kesulitan petani mencari pupuk hingga persoalan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT). Tidak hanya itu, Sandi juga sempat ditodong pertanyaan dari kaum milenial yang meminta komitmen pasangan tersebut jika terpilih nanti untuk lebih peduli terhadap nasib generasi muda.

Selain menemui para perajin kayu jati di Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, pasangan calon presiden Prabowo Subianto tersebut juga sempat mengunjungi dua lokasi berbeda. Yakni di Desa Kletekan, Jogorogo dengan rangkaian acara panen jambu merah bersama komunitas petani jambu setempat. Agenda terakhir Sandi di Bumi Orek-Orek yakni menghadiri kegiatan Ngobrol Bareng Bang Sandi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngawi.

Sementara itu, pantauan koran ini kemarin ditemukan sejumlah baner di beberapa lokasi yang bertuliskan kalimat sindiran terhadap kehadiran Sandiaga S. Uno di Ngawi. Misalnya di jalan raya Ngawi-Mantingan masuk wilayah Desa Watualang, Ngawi. (tif/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here