KB MOW Semakin Diminati

49
SINERGIS: Sekda bersama sekretaris DP3AKB dan dandim 0805/Ngawi foto bareng usai meninjau kegiatan baksos KB MOW.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Upaya Pemkab Ngawi melalui DP3AKB, IBI, dan dinkes bersama TNI serta Kodim 0805/Ngawi dalam menyukseskan program keluarga berencana (KB) berjalan sinergis. Hal itu diwujudkan melalui pelayanan KB dalam kegiatan bakti sosial (baksos) KB metode operasi wanita (MOW) yang digelar di RSU dr  Soeroto Ngawi Sabtu (27/7).

Acara yang diikuti 199 peserta dari berbagai wilayah Ngawi tersebut berlangsung dari pagi hingga malam. ‘’Dari 205 pendaftar, enam orang tidak dapat dilayani karena alasan kesehatan,’’ kata Kepala Bidang KB, Kesejahteraan dan Ketahanan Keluarga DP3AKB Ngawi Sugeng Pamianto.

Sugeng menuturkan, program bakti sosial KB MOW baru bisa dilakukan lagi tahun ini lantaran harus memenuhi aturan dalam perda yang berlaku. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk dapat menggelar baksos KB MOW di wilayah Ngawi. Di antaranya, menggandeng BKKBN Jatim terkait operator KB MOW tersebut. ‘’Operatornya dokter Yudi dari RSPAU Harjolukito Jogjakarta dibantu paramedis lokal,’’ ujarnya.

Sugeng menjelaskan, KB MOW atau steril adalah kontrasepsi permanen bagi perempuan yang dilakukan melalui prosedur tubektomi dengan memotong saluran indung telur sehingga mencegah terjadinya pembuahan dan kehamilan.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut memudahkan masyarakat dalam mengikuti program KB. Pun, upaya membangun sumber daya manusia melalui perencanaan dalam keluarga terus dilakukan. ‘’Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya KB dalam jangka panjang. Pengaturan jarak kelahiran dan jumlah anak dan perencanaan keluarga arahnya untuk pembangunan manusia,’’ urainya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. ‘’Tingkat keberhasilannya KB MOW tinggi, aman, dan risikonya rendah,’’ ujarnya.

Dandim 0805/Ngawi menambahkan, penjaringan dan pendataan calon akseptor melibatkan peran babinsa di tiap desa/ kelurahan bekerja sama dengan penyuluh KB setempat. (rio/c1/isd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here