Magetan

Kawasan Kumuh di Magetan Semakin Meluas

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Wilayah yang termasuk kawasan kumuh di Magetan makin luas. Selain Kecamatan Magetan dan Maospati, ada Karangrejo. Keputusan itu berdasar pemetaan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Pengecualian bagi Karangrejo, disperkim masih terus mengumpulkan data soal kondisi lingkungan di wilayah tersebut. ‘’Karangrejo itu baru dipetakan,’’ kata Plt Kepala Disperkim Magetan Mujiono Minggu (11/8).

Karena baru saja ditetapkan, pihaknya belum bisa menentukan kelurahan/desa mana saja yang masuk kategori kumuh tersebut. Sebab, pihaknya sekadar dimintai masukan oleh Pemprov Jatim. Sedangkan, alasan yang membuat Kecamatan Karangrejo dianggap sebagai kawasan kumuh karena wilayahnya berada di perbatasan Magetan-Ngawi. ‘’Nanti yang menetapkan kumuh adalah badan perencanaan nasional (bappenas), kami hanya memfasilitasi dan sebatas koordinasi,’’ ujarnya.

Mujiono menyebut, banyak indikator yang menjadi dasar penilaian kawasan kumuh itu. Seperti tumpukan sampah di sembarang lokasi, jalan lingkungan yang tidak sehat, hingga kondisi bangunan belum layak huni dan padat penduduk. Selain itu, pengelolaan air limbah rumah tangga di wilayah tersebut masih kurang memadai. ‘’Kumuh tidaknya, kami masih menunggu penetapan,’’ tuturnya.

Yang jelas, dia memastikan tidak semua kelurahan/desa di Karangrejo masuk kategori kumuh. Tetapi, hanya ada beberapa. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memperoleh kepastian mana saja titik yang dikategorikan kumuh tersebut. Hanya saja, dirinya sempat kaget ketika pemerintah pusat menetapkan Karangrejo masuk sebagai kawasan kumuh dan perlu segera mendapatkan penanganan program penataan perumahan dan permukiman. ‘’Soalnya kawasan kumuh ini yang mengkaji pemprov, bukan kami,’’ kata Mujiono.

Meski begitu, pihaknya meyakini nilai indikator Karangrejo sebagai kawasan kumuh tersebut tidak besar. Hanya sekian persen saja. Sehingga, dimungkinkan tidak membutuhkan banyak usaha untuk penanganan kawasan kumuh itu. Karena pada hakikatnya kabupaten tidak banyak permukiman padat penduduk. Berbeda halnya di wilayah perkotaan. ‘’Magetan ini tidak seberapa besar (tingkat kekumuhan, Red),’’ sebutnya.

Tetapi, Mujiono mengaku beban pekerjaannya bakal makin berat kalau memang Karangrejo diputuskan sebagai wilayah kumuh. Sebab, persoalan itu sulit ditangani. Karena berkaitan dengan pola hidup masyarakat. Sekalipun sekarang sudah ada program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Di sisi lain, rencana pembangunan rusunawa di Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan Magetan, sampai saat ini juga belum tuntas. Padahal, wilayah itu menjadi prioritas penanganan awal pengentasan kawasan kumuh oleh pemkab dan pemprov. Belum lagi, penanganan sampah di Maospati juga belum kelar. ‘’Tapi, kami terus berupaya untuk meminimalkan kawasan kumuh agar tidak terjadi di kecamatan lain,’’ ucap Mujiono. (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close