Magetan

Kasus Positif di Magetan Bertambah Tiga

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kasus positif Covid-19 di Magetan kembali bertambah. Terbaru, tiga warga setempat terkonfirmasi positif. Seorang di antaranya anggota TNI asal Kecamatan Maospati. Laki-laki usia 45 tahun itu diduga tertular rekan sejawatnya di Koramil Maospati yang juga dinyatakan positif pada 7 Mei lalu.

Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Dinas Kesehatan Magetan Didik Setyo Margono mengatakan, pasien ke-61 itu kini menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman. Pun, keluarganya sudah diambil swab-nya untuk dilakukan pengujian di Surabaya. Langkah serupa dilakukan terhadap keluarga pasien ke-62. ‘’Keluarga kedua pasien kami ambi swab-nya,’’ ujar Didik Kamis (21/5).

Didik menjelaskan, pasien ke-62 merupakan remaja 17 tahun asal Kecamatan Sidorejo. Rencananya, pasien tersebut dirujuk ke karantina fasilitas khusus Dinkes Magetan hari ini. Sementara, pasien ke-63 berasal dari Kecamatan Karas. ‘’Ketiga pasien statusnya OTG (orang tanpa gejala, Red), dan tetap harus mendapatkan penanganan,’’ tegasnya.

Selain ada tambahan dua pasien positif, Didik menyebut dua pasien lain dinyatakan sembuh. Seorang pasien yang dirawat di RSUD dr Soedono, Madiun, telah dipulangkan. Sedangkan seorang lainnya dirawat di karantina fasilitas khusus Dinkes Magetan. ‘’Pasien yang ada di karantina sekarang tinggal tujuh orang,’’ sebut Didik.

Sama seperti 24 santri yang dipulangkan beberapa hari lalu, kedua pasien yang dinyatakan negatif itu juga harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. ‘’Pasien yang sudah dinyatakan negatif bukan berarti tidak bisa tertular kembali. Bisa reactivated meskipun kemungkinannya kecil,’’ ungkapnya.

Dengan tambahan dua pasien itu, kasus positif Covid-19 di Magetan hingga kemarin tercatat sebanyak 62. Jumlah itu menempatkan Magetan di urutan kelima daerah dengan pasien positif korona tertinggi di Jatim. Di bawah Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan Gresik.

Untuk mempersempit penyebaran virus korona, pemkab menerapkan lockdown lokal di sekitar tempat tinggal pasien. Pun, keluarganya wajib menjalani isolasi. ‘’Setiap ada temuan kami langsung lakukan contact tracing dan swab test supaya penyebarannya bisa dikendalikan,’’ imbuh Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Magetan Saif Muchlissun. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close