Kasus Pertamax Oplosan, Manajer dan Sekuriti SPBU Langsung Ditahan

75

PONOROGO – Manajer dan sekuriti SPBU Bangunrejo langsung mendekam di tahanan Mapolres Ponorogo. Usai menjalani pemeriksaan Minggu (16/6), status keduanya langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko menegaskan, manager berinisial A dan sekuriti berinisial D itu terbukti melanggar UU 22/2001 Pasal 54/55 tentang penyalahgunaan BBM bersubsidi. ‘’Keduanya langsung kami tahan,’’ tegasnya.

Tentu, pengusutan kasus yang terbilang pertama kalinya terungkap ini tak berhenti. Polisi terus mengembangkan penyidikan. Mulai cek lokasi, barang bukti, dan menghimpun pendapat ahli. ‘’Apakah pertamax oplosan itu berdampak buruk bagi kendaraan, tentu ahli yang berhak menjawab. Untuk waktu menyesuaikan dari Pertamina Depo Madiun’’ lanjutnya.

Akal-akalan menjual pertamax oplosan itu telah dilakukan selama enam bulan terakhir. Keterlibatan orang dalam selaku pengawas patut dipertanyakan. Untuk menerangi dugaan ini diperlukan keterangan lanjutan. Polisi segera berkoordinasi dengan Pertamina Depo Madiun. ‘’Apakah ada keterlibatan orang dalam masih kami dalami lebih lanjut,’’ ungkapnya.

Keberadaan tangki khusus yang digunakan mencampur bio solar dan premium juga patut dicurigai. Apalagi beberapa waktu lalu, SPBU Bangunrejo direnovasi besar-besaran. Termasuk membangun tangki penyimpanan bawah tanah. Diduga,  pemiliknya pun terlibat dalam skandal pertamax oplosan. ‘’Rencananya, pemilik akan didatangkan pekan ini. Nanti kami sampaikan lebih lanjut, termasuk identitas pemilik,’’ tuturnya.

Maryoko tak bicara banyak terkait masa depan usaha SPBU Bangunrejo. Tugas polisi sebatas mengungkap dugaan yang diperkuat penggerebekan saat melakukan pengoplosan, sekitar pukul 01.00, Minggu (16/6). ‘’Ancaman ditutup ada, namun kami belum sampai melangkah ke sana. Pertamina tentu yang lebih memiliki kewenangan,’’ ucapnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here