Madiun

Kasus Perceraian Naik 3 Persen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Angka perceraian naik signifikan. Pengadilan Agama Kota Madiun mencatat 33 perkara sepanjang Juni. Rekapitulasi itu melampaui catatan April-Mei yang masing-masingnya 13 dan 9 perkara. ”Ada kenaikan tapi tidak signifikan,” kata Humas PA Kota Madiun Alfian Yusuf Rabu (29/7).

Selama pandemi, Pengadilan Agama membatasi pelayanan. Namun, sejak pelayanan dibuka kembali dengan standar protokol kesehatan, berbondong-bondong mendaftarkan perceraian. Dominasi kasusnya gugat cerai dari pihak istri dengan alasan ekonomi. ”Rata-rata pasangan umur sekitar 30-50 tahun. Kebanyakan yang bercerai setelah melewati 5 tahun usia pernikahan,” terangnya.

Catatan perkara di tahun ini juga meningkat 3 persen bila dibandingkan tahun lalu.  Januari-Juni 2020, 281 pasangan tercatat bercerai. Dalam rentang enam bulan itu, 70 persen juga didominasi gugat cerai dari pihak istri. ”Kami sudah berupaya melakukan mediasi sebelum persidangan. Karena perceraian itu memberi dampak psikologi dan ekonomi yang serius bagi masa depan anak,” ujarnya.

Adapun permintaan dispensi nikah hingga Juni tercatat tujuh permintaan. Angka ini cukup rendah jika dibandingkan daerah lain. Hal ini dilatarbelakangi faktor pendidikan dan kesadaran tentang pernikahan dini yang sudah lebih baik. ”Beberapa pengajuan kami tolak karena tingkat kedaruratannya rendah,” ucapnya sembari menegaskan terus menggalakkan komitmen pencegahan pernikahan dini dan UU perlindungan anak. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close