KriminalitasMadiun

Kasus Pembunuhan Warga Taman Murni Masalah Pribadi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Polisi bergerak cepat mengusut kasus pembunuhan Heru Susilo, 45, warga Jalan Genen, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman. Senin (2/9), Satreskrim Polres Madiun Kota telah menetapkan tiga tersangka di balik kejadian berdarah tersebut.

Mereka adalah Hari Cahyono alias Gundul asal Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun; Irwan alias Plolong asal Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo; serta Ateng warga Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo.

Dua dari tiga tersangka itu ditangkap terpisah. Ateng di rumahnya. Hari dibekuk di Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman. Pria yang badannya dipenuhi tato itu dilumpuhkan kaki kanannya. Karena saat akan ditangkap berusaha menyerang petugas. Sementara, Irwan menyerahkan diri ke Mapolres Madiun Kota setengah jam pasca penusukan.

Penyidik memastikan bahwa Hari alias Gundul bertindak sebagai eksekutor. Sedangkan, Ateng dan Irwan bertugas mengantar Hari ke rumah korban. Kejadiannya bermula saat ketiga tersangka asyik menenggak minuman keras (miras) beserta tiga temannya yang lain di bekas gedung bioskop Arjuna sekitar pukul 10.00, Minggu (1/9).

Di tengah obrolan itu, Hari mengutarakan niatnya untuk membunuh korban dengan menggunakan pisau belati. Bahkan, senjata tajam itu telah diselipkan di pinggangnya. ‘’Pisau tersebut dibeli pelaku utama tiga hari sebelum kejadian,’’ ungkap Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu saat press conference.

Kemudian Hari mengajak Ateng dan Irwan untuk mengantarkannya ke rumah Heru Susilo. Dia berboncengan dengan Irwan mengendarai Yamaha RX King. Sedangkan, Ateng bersama seorang temannya yang lain berinisial BB naik Yamaha Mio GT warna merah.

Mereka bergerak menuju rumah korban sekitar pukul 13.00. Sesampainya di Jalan Kapten Saputra, BB meminta ganti kemudi dengan Ateng. Lalu, kembali melanjutkan perjalanan. Tetapi, ketika di depan pintu selatan SMPN 10, BB minta diturunkan.

Hari, Irwan, dan Ateng mengaku tidak tahu rumah korban. Bahkan, sempat bertanya-tanya kepada penduduk setempat. Setelah mendapati rumah korban yang merupakan koordinator parkir di kawasan alun-alun Kota Madiun itu, Hari berjalan masuk. Irwan dan Ateng menunggu di atas motor. Dari depan pintu rumah, Hari memanggil nama korban yang kemudian terbangun dari tidurnya dan membukakan pintu rumahnya. Seketika itu, tersangka langsung menusukkan pisau belati yang sudah dibawanya.

Heru sempat mengejar tersangka yang melarikan diri. Tetapi, jatuh tersungkur di depan rumah karena mengalami luka tusuk di bagian liver dan ginjal. Korban sempat dibawa warga ke RS Griya Husada. Sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.00. ‘’Peristiwa ini murni dilatarbelakangi dendam pribadi,’’ terang Nasrun.

Sekitar 2017 silam, tersangka dan korban pernah menjalani hukuman di Lapas Madiun. Menurut keterangan Hari, korban kerap kali menghinanya hingga akhirnya terlibat cekcok.

Tersangka yang pernah dipenjara sampai lima kali dengan berbagai kasus seperti penganiayaan dan penjambretan itu merasa sakit hati. Sehingga, ketika bebas dari penjara pada 17 Agustus lalu, tersangka langsung mempunyai niat untuk membalas perbuatan korban. ‘’Jadi, (latar belakang) kasus ini bukan karena perkara organisasi atau persoalan usaha (parkir), tetapi memang masalah pribadi,’’ tegas Nasrun. (her/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close