Jumlah Kasus Narkoba Naik, Ganja Mendominasi

174

Jumlah Tersangka Naik, Ganja Mendominasi

MADIUN – Peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Madiun Kota kian masif. Buktinya, sepanjang 2018 lalu terjadi peningkatan pengungkapan kasus psikotropika. ‘’Kenaikan kasus narkoba mencapai 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu kemarin (5/1).

Nasrun memerinci, pada 2017 terdapat 23 kasus narkoba. Sementara, sepanjang tahun lalu meningkat menjadi 31. Kenaikan itu, lanjut dia, sejalan dengan jumlah tangkapan. Yakni, dari 42 menjadi 50 tersangka (selengkapnya lihat grafis).

Dia menjelaskan, jenis barang bukti kasus narkoba terbanyak adalah ganja. Yakni, mencapai 253,51 gram. Disusul sabu-sabu (SS) sebanyak 93,9 gram, 112 pil dobel L, dan 10 butir ekstasi. ‘’Narkoba harus diberantas sampai ke akar-akarnya,’’ tegas mantan Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumsel tersebut.

Nasrun menyatakan, peredarannya narkoba bisa menyebar ke semua lapisan masyarakat. Bahkan, kini para pengedar tidak segan menyasar anak di bawah umur. ‘’Jadi, perlu antisipasi yang tepat agar ruang gerak peredarannya hilang,’’ ujarnya.

Dalam memberantas peredaran narkoba, lanjut Nasrun, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Salah satu upaya yang ditempuh adalah menggalakkan sosialisasi kepada berbagai kalangan. Mulai pelajar sampai karyawan perusahaan. ‘’Berbagai upaya akan terus kami lakukan,’’ kata alumnus akpol 2002 itu.

Nasrun menegaskan, tidak ada satu pun jenis narkoba yang aman bagi tubuh. Jika dikonsumsi, barang haram itu akan menimbulkan dampak sangat buruk. Bahkan, bisa berujung pada kematian. ‘’Anaka harus diberi pemahaman sejak dini tentang bahaya narkoba,’’ tuturnya.

 

Kasus Peredaran Narkoba 2018

Jumlah kasus : 31

Jumlah tersangka: 50 orang

Rerata Usia Tersangka

0–19 tahun:1 orang

20–40 tahun: 32 orang

41–60 tahun: 17 orang

 

Barang Bukti

Ganja: 253,51 gram

Sabu-sabu: 93,9 gram

Ekstasi: 10 butir

Golongan IV: 20 butir

Pil dobel L: 112 butir

 ‘’Modus pengedar terus berkembang. Itu yang dikhawatirkan sehingga banyak yang mengonsumsi maupun mencoba-coba narkoba. Karena itu, kasus narkoba menjadi atensi kami tahun ini,’’ imbuhnya. (her/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here