Kasus Makelar CPNS, Dua Kabid Satpol PP Mengaku Pengepul

231

MAGETANOra mangan nangkane kena pulute. Peribahasa dalam bahasa Jawa itu tampaknya pas menggambarkan posisi Chanif Tri Wahyudi saat ini. Pasalnya, belum juga dua bulan menjabat sebagai kepala Satpol PP dan Damkar Magetan sudah banyak permasalahan yang dia alami. Dia terancam kehilangan dua kabidnya, Rah dan Yud. Lantaran dugaan kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2013. ’’Kasusnya sebelum mereka bertugas di satpol PP dan damkar,’’ kata Chanif.

Saat itu, Rah masih berada di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbang) dan Yud masih di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKB dan PPPA) Magetan. Sehingga, Chanif tidak begitu paham kronologi dugaan adanya makelar CPNS yang kini tengah diproses Inspektorat Kabupaten Magetan itu. ’’Tapi, sebagai atasan, saya tetap memantau perkembangannya,’’ ujarnya.

Chanif mengatakan sudah meminta konfirmasi dari kedua kabidnya itu. Dari pengakuan keduanya, mereka hanya menjadi pengepul. Sedangkan uang yang sudah terkumpul dari para peserta CPNS itu diserahkan kepada pejabat eselon II. Sehingga, dia pun meminta keadilan agar tak hanya anak buahnya yang diproses oleh aparat pengawasan intern pemerintahan (APIP). Namun, harus semua pihak yang terlibat. Pun, dengan oknum guru yang diduga terlibat di dalam permainan tersebut. ’’Ada pihak lain, harus semua diperiksa. Supaya adil, jangan hanya anak buah saya yang dikorbankan,’’ tuturnya.

Menurut Chanif, kedua anak buahnya juga sudah menunjukkan iktikad baik. Rah sudah mengembalikan semua duit yang ditarik dari korbannya. Pun dengan Yud. Hanya, Yud mencicil duit yang harus dikembalikan tersebut. Chanif berharap hal itu bisa mengurangi sanksi yang akan diterima anak buahnya. Mengingat Bupati Magetan Suprawoto menyarankan agar keduanya dibebastugaskan atas kesalahan tersebut. ’’Karena sudah ada iktikad baik, saya berharap ada pengurangan hukuman,’’ ucapnya.

Jika sanksi pembebasan tugas itu diberikan, menurut Chanif, bakal berdampak langsung pada kinerja Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan. Kekuatan korps penegak peraturan daerah (perda) itu akan berkurang. Mengingat keduanya memiliki jabatan strategis. Yakni, kabid perundang-undangan dan kabid ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. ’’Memang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan karena mereka sebagai koordinator. Tapi, tetap saja berdampak,’’ jelasnya.

Chanif bakal memaksimalkan peran para kasi jika kemungkinan terburuk menimpa kedua kabidnya tersebut. Tugas–tugas akan di-handle oleh para kepala seksi. Sehingga, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan tidak pincang. Bagaimanapun, sebagai korps penegak perda, tugas yang mereka ampu sangatlah berat. Bidang perundang-undangan dan bidang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, tidak bisa dianggap sepele tugasnya. ’’Mau bagaimana lagi, harus tetap memaksimalkan peran para personel yang ada,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here