Mejayan

Kasus Korupsi APBDes 2012-2013 Rp 197 Juta, Mantan Kades Sidomulyo Dibui

MEJAYAN, Radar Caruban – Masih ingat kasus korupsi APBDes 2012–2013 Desa Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun? Suparjo, mantan kepala desa (kades) saat itu, akhirnya dijebloskan ke penjara. Terpidana rasuah penggunaan dana Rp 197 juta itu dieksekusi kejaksaan negeri (kejari) setempat Rabu (20/11). ‘’Eksekusi berdasarkan surat pemberitahuan dari Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya,’’ kata Kajari Kabupaten Madiun Dzakiyul Fikri.

Dia menyebut kasus Suparjo disidangkan di PN Tipikor Surabaya 2018 lalu. Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut penjara 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta. Kala itu hakim memvonis lebih rendah satu tahun. Namun, terpidana belum puas hingga mengajukan banding. Namun, tidak dikabulkan. ‘’Jaksa juga kasasi. Artinya menguatkan putusan sebelumnya,’’ terang Fikri.

Nilai kerugian negara akibat praktik rasuah Suparjo sekitar Rp 96 juta. Jabatannya disalahgunakan untuk sejumlah kegiatan. Yakni, menilap duit hasil sewa tanah kas desa (TKD), hasil sewa pasar desa, dan iuran lomba desa. Juga, kontribusi transaksi jual beli tanah dan kontribusi sertifikat masal swadaya. ‘’Sebanyak Rp 70 juta dari kerugian negara telah dikembalikan,’’ ungkapnya.

Suparjo dijemput tim penyidik pidana khusus (pidsus). Sebelum digiring ke Lapas Kelas 1 Madiun, oknum staf Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun itu dibawa ke kantor kejari untuk kepentingan administrasi. Terpidana yang mengenakan setelan kemeja putih dan celana kain hitam itu terlihat santai selama menjalani pemberkasan di ruang pidsus.

Sejumlah anggota keluarganya menemani di kantor Korps Adhyaksa. Mereka menunggu di lobi selama pemeriksaan dilakukan. ‘’Inkracht perkara cukup lama karena sejak awal tidak ada penahanan,’’ ujar Fikri.

Sementara, Suparjo tidak menjawab kala ditanya awak media perihal eksekusi. Dia langsung masuk mobil operasional kejari. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close