Kasus Jembatan Banjarsari 2, Polisi Bakal Undang Saksi Ahli

346

PACITAN – Diam-diam penyelidikan penyebab melintirnya jembatan Banjarsari 2 terus berjalan. Bahkan, dalam waktu dekat Polres Pacitan bakal mengundang saksi ahli untuk melakukan kajian. Pilihannya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta atau Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. ‘’Kami akan ambil saksi ahli dari UGM terkait konstruksi baja, termasuk dengan Unibraw, yang berkompeten menilai bangunan, termasuk jembatan,’’ kata Kapolres Pacitan AKBP Sugandi kemarin (30/1).

Saksi ahli tersebut bakal diminta memeriksa kondisi jembatan. Pun mengamati teknisnya. Sehingga, mereka bisa menjelaskan faktor penyabab melintirnya jembatan gantung di Desa Semanten, Pacitan, itu. Setelah alat bukti lengkap, pihaknya bakal memutuskan untuk meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan atau tidak. ‘’Untuk mengetahui ada atau tidak unsur kelalaian dari pelaksana proyek tersebut,’’ ujarnya.

Kapolres mengungkapkan gelar perkara sudah dimulai sejak Selasa (29/1). Hanya, pihaknya belum memeriksa saksi. Menurut dia, saksi pertama yang akan dimintai keterangan adalah korban saat jembatan itu melintir. Namun, korban masih dalam perawatan. Khususnya yang mengalami luka berat. ‘’Kalau korban sudah siap, kami akan mintai keterangan sebagai saksi,’’ jelasnya.

Tidak hanya korban, polisi pun bakal memeriksa pekerja dan masyarakat sekitar sebelum mengundang saksi ahli. Hanya, Sugandi belum bisa membeber jadwal pemeriksaan saksi. Saat ini pihaknya fokus dalam pengumpulan barang bukti dan keterangan lainnya. ‘’Kami mulai datangkan alat-alat bukti dan memintai keterangan,’’ tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori menambahkan, pihaknya bakal membentuk tim gabungan. Terdiri dari penyidik satreskrim dan anggota Polsek Pacitan. Dia pun tidak menampik bakal mendatangkan saksi ahli. Hanya, Imam masih merahasiakannya. ‘’Kami akan datangkan saksi ahli. Untuk teknisnya kami belum bisa menyebutkan,’’ katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejak melintinya jembatan Banjarsari 2, akses menuju lokasi ditutup. Baik dari arah Desa Banjarsari maupun Semanten di-police line. Penutupan dilakukan hingga proses penyelidikan rampung. Instruksi penutupan juga menyasar jembatan Kedungbendo, Arjosari. Pasalnya, kedua jembatan tersebut satu paket pekerjaan. Salah satu alasannya, khawatir jembatan Kedungbendo juga melintir. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here