Kasus Fortuner Maut, Sopir Tronton Akui Melaju 60 Km/Jam

381

MADIUN – Polisi tidak ingin gegabah mengusut kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di ruas tol Madiun–Caruban Km 604, Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun. Selain perlu mendalami keterangan pengemudi truk tronton bernopol L 8372 UB dan mobil Toyota Fortuner bernopol B 1905 KJE. Tiga penumpang yang tewas dalam insiden Jumat lalu (1/3) itu merupakan orang tua dan adik dari pengemudi mobil, Syafiq Mufassir. ’’Belum ada penetapan tersangka,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Cahyono kemarin (3/3).

Nanang mengatakan, dua pengemudi yang terlibat laka lantas belum semuanya diperiksa. Penyidik baru menggali keterangan dari sopir truk, Sutikno, Sabtu lalu (2/3). Pengakuannya melaju di ruas kiri. Kecepatan kendaraan bermuatan pecahan kaca yang hendak dikirim ke Surabaya dari Solo, Jawa Tengah, itu sekitar 60 kilometer per jam. Informasi tersebut perlu dikonfrontasikan dengan keterangan Syafiq. ’’Tapi, kondisinya belum memungkinkan untuk diperiksa,’’ ujarnya kepada Radar Mejayan.

Penyidik juga belum mengarah pada jeratan pasal 310 Undang-Undang (UU) 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun akibat lalai berkendara hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Meski dugaan penyebab laka lantas mengarah ketidakhati-hatian Syafiq yang mengemudi dengan kecepatan kencang. Pengesampingan itu bakal diikuti kajian asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Mempertimbangkan bahwa ketiga korban tewas merupakan anggota keluarganya sendiri. ’’Karena dalam pasal tidak mengatur tentang status korban,’’ tuturnya sembari menyebut Syafiq sudah mengantongi SIM A.

Nanang menambahkan, di beberapa titik di jalan tol biasanya terpasang kamera CCTV. Namun, belum diketahui apakah peranti pengawas itu merekam insiden tumburan. Bila ada, rekaman tersebut bisa sebagai bahan tambahan penyelidikan tempat kejadian perkara (TKP). Terkait airbag Fortuner yang tidak berfungsi dengan baik, ada kemungkinan sensor peranti tersebut rusak. Dampak benturan bagian depan mobil dengan bak truk yang terlampau keras. ’’Sehingga airbag tidak bisa mengembang,’’ katanya.

Diketahui, tiga di antara enam orang dalam mobil Toyota Fortuner B 1905 KJE tewas di tempat setelah menghantam truk tronton L 8372 UB di ruas tol Madiun–Caruban Km 604. Para korban berasal dari Kelurahan Pendagegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka hendak ke Malang untuk menghadiri acara haul di sebuah pondok pesantren. Kecepatan mobil berwarna putih itu diduga lebih dari 100 kilometer per jam. Itu merupakan batas maksimal mengemudi di ruas tol Madiun-Nganjuk. (cor/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here