Kasus Demam Berdarah di Magetan Naik Lipat Dua

106

PACITAN – Memasuki musim penghujan, serangan demam berdarah dengue (DBD) kembali mengancam. Awal tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mencatat kenaikan kasus dibanding tahun sebelumnya. Pada awal Januari 2018 lalu terdapat 29 kasus DBD. Namun, Januari 2019 ini melonjak dua kali lipat menjadi 58 suspect DBD. ‘’Ini belum yang positif,’’ kata Kepala Dinkes Pacitan Eko Budiono kemarin (16/1).

Jika dilihat dari siklus tiga tahunan, ungkap Eko, tahun ini diperkirakan puncaknya serangan DBD. Pasalnya, puncak serangan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu terjadi 2016 silam. Namun, dia berharap masyarakat waspada. Terlebih jika didapati peningkatan jumlah jentik nyamuk di sekitar rumah. ‘’Kalau peningkatan jumlah (jentik, Red) lebih dari dua puluh lima persen, itu masuk kategori waspada,’’ ujarnya.

Berkaca dari jumlah tahunan, dalam tiga tahun terakhir kasus DBD di Pacitan kian menurun. Pun 2016 tercatat 13.338 suspect DBD. Jumlah tersebut turun tahun berikutnya (2017) jadi 399 kasus. Tahun lalu (2018) turun lagi hingga 268 kasus. ‘’Itu tentu progres yang bagus, tapi kami tak mau sampai kecolongan,’’ tuturnya.

Eko menambahkan, sifat nyamuk Aedes aegypti berbeda dengan nyamuk biasa. Nyamuk yang juga membawa penyakit cikungunya itu tidak suka tempat kotor. Sedangkan, bentuk penyebarannya diawali dari kebiasaan masyarakat yang masih suka menandu air. Padahal, air yang ditandu sangat berpotensi jadi sarang nyamuk. ‘’Faktor cuaca juga memengaruhi pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti,’’ jelasnya.

Menurut Eko, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) jadi satu-satunya langkah pencegahan serangan DBD. Jika PSN tidak berjalan maksimal, kasus DBD akan meningkat. Pembersihan secara berkala seperti Jumat bersih juga efektif menurunkan kasus serangan nyamuk tersebut. Pihaknya bakal terus menggalakkan fogging di lokasi rawan serangan DBD. ‘’Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Tapi, tidak menghilangkan jentik nyamuk. Jadi, paling tepat adalah gerakan PSN,’’ tegasnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here