Kasus DBD di Kabupaten Madiun Naik Lipat Dua

108

MADIUN – Ini jadi lampu kuning bagi warga Kabupaten Madiun. Pasalnya, di wilayah setempat terjadi ledakan kasus demam berdarah dengue (DBD). Sepanjang 17 hari pertama di Januari ini sudah ditemukan sebanyak 56 kasus. Padahal, sepanjang bulan yang sama tahun lalu hanya 26, atau meningkat lebih dari dua kali lipat.

‘’Total kasus DBD sepanjang tahun lalu 124 dengan korban meninggal dunia satu orang,’’ kata Kabid Pencegahan Penyakit dan Upaya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo kemarin (17/1).

Dia menyebut, ratusan kasus DBD itu tersebar hampir merata di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. Salah satu wilayah dengan penderita terbanyak adalah Pilangkenceng. ‘’Untuk tahun ini memang butuh perhatian lebih karena baru 17 hari saja sudah ada 56 kasus dengan korban meningal dua orang,’’ ujarnya.

Agung mengungkapkan, dua pasien meninggal itu adalah Dinar Akmal Ibrahim, 11, warga Dusun Jemblongan, Desa Sukosari, Dagangan; serta Mashudi, 59, warga Durenan, Gemarang. ‘’Saat mendapat penanganan medis, virus sudah menyebar,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, upaya pencegahan yang sudah dilakukan untuk menekan kasus SDB adalah fogging. Terakhir, pengasapan menyasar Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan. Selain itu, pihaknya membagikan serbuk abate kepada warga. ‘’Antisipasi secara mandiri ya lewat 3M dan menjaga pola hidup sehat,’’ tuturnya. (mg4/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here