Kasus Arisan Online Dilimpahkan ke Polrestabes Bandung

45

PONOROGO – Kasus penipuan berkedok arisan online yang menyeret DLD dan MZ telah dilimpahkan ke Polrestabes Bandung. Tim penyidik Polrestabes Bandung telah tiba di Bumi Reyog. DLD dan MZ resmi diserahterimakan ke Polrestabes Bandung, kemarin (29/3). Keduanya bakal menjalani serangkaian pemeriksaan terkait dugaan penggelapan dana arisan online yang mencapai Rp 2 miliar.

Itu setelah korban dari Bandung melapor aksi penipuan itu ke Polrestabes Bandung. Tepatnya usai akun Instagram@cewekperlu yang digunakan untuk mempromosikan arisan online tersebut dihapus Minggu lalu (24/3). Pun pelaku keluar dari grup WhatsApp yang digunakan komunikasi dengan para anggotanya.

Aksi DLD terhitung cerdik. Hanya berada di tempat tinggalnya di Desa Mojorejo, Jetis, Ponorogo DLD berhasil menggaet 200 anggota arisan dari berbagai daerah. Mulai Surabaya, Jakarta, Medan, hingga Jayapura. Tiap bulannya, dana yang terkumpul dari para anggota mencapai milyaran rupiah. Dana terkumpul di satu rekening atas nama orang lain. ’’Dia menggunakan rekening orang lain,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.

Seluruh anggota arisan begitu saja percaya arisan online tersebut. Mereka terbujuk dengan rayuan plus iming-iming yang diunggah di akun Instagram @cewekperlu. DLD rajin mengunggah foto-foto anggota arisan yang mendapat uang hasil undian arisan. ’’Itu cara pelaku menarik anggota sebanyak-banyaknya,’’ lanjutnya.

Kendati demikian, DLD sengaja tidak menjaring anggota yang berasal dari daerah asalnya. Diperkirakan pelaku tidak ingin aksinya mudah terbongkar. Pun pelaku menghindari tatap muka langsung dengan para anggotanya. ’’Bisa jadi kalau di Ponorogo mudah ditemukan. Ibaratnya jangan sampai menebar keburukan di tanah sendiri,’’ ungkapnya.

Terkait orang dalam KTP yang dikenalkan pelaku kepada anggota, pihaknya telah memintai keterangan. Dari Bulan (bukan nama sebenarnya, Red) polisi berhasil mendapatkan keterangan tentang pelaku. Bulan merupakan teman SD pelaku yang sebenarnya turut menjadi korban. ’’Jadi KTP-nya itu difoto kemudian pelaku mengenalkan diri kepada anggota menggunakan KTP tersebut,’’ sambungnya.

Diberitakan sebelumnya dari tangan pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa uang cash senilai Rp 34,8 juta, uang di rekening ATM sebesar Rp 205 juta, kartu ATM, buku tabungan, dua tas, dan handphone yang digunakan untuk menjalankan arisan online. Pun petugas mengamankan mobil Honda Civic Nopol AD 7788 QE yang dibeli pelaku dari hasil arisan tersebut.

Bukti tersebut mengarah pada indikasi keuntungan dari menjalankan arisan online. Melalui penggelapan dana arisan para anggota. Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau dengan tegas kepada seluruh warga agar selektif dan tidak tergoda dengan segala aktivitas dari online. Apalagi menawarkan keuntungan yang jelas tidak realistis. ‘’Kalau ingin arisan ya arisan sewajarnya saja, melalui tatap muka. Intinya yang realistis dan logis,’’ ucapnya. (mg7/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here