Kasihan, Alami Kelainan Saraf , Bocah Ini Kurus Kering

134

MAGETAN – Kasihan Evan Wahyudianto. Tubuh putra sulung Endah Tri Handayani, warga asli Desa Tanjung Sepreh, Maospati, yang berusia 10 tahun, itu semakin kurus. Yang tersisa tinggal kulit dan tulang. Sebulan terakhir kondisi Yudis –sapaan akrabnya- kian memprihatinkan. ’’Hanya bisa pasrah dan berdoa yang terbaik, sakit batuk dan gigi semakin parah,’’ kata Endah kepada Radar Magetan.

Endah mengatakan, Yudis sudah sakit sejak usia satu bulan. Saat masih bayi, Yudis didiagnosis dokter menderita kelainan saraf. Awalnya kejang–kejang karena step. Karena pingsan, Endah dan suaminya membawanya ke dokter. Selanjutnya dirujuk ke RS dr Soeroto Ngawi. Saat itu Yudis sempat dinyatakan koma. ’’Dulu kondisinya sudah benar-benar parah,’’ ujarnya.

Dokter mendiagnosis ada virus membahayakan yang menyerang otak Yudis. Akhirnya tim dokter menyedot cairan tersebut sebanyak dua kali. Cairan yang diambil dari tulang belakang itu diharapkan mengangkat virus dari otak Yudis.

Rupanya Tuhan masih memberikan kesempatan. Yudis sadar dari koma. Dengan kondisi kelainan saraf, Yudis beranjak dewasa. Usianya kini 10 tahun.  Namun, Yudis tidak tumbuh normal seperti anak sebayanya. Berat badannya sekarang hanya 25 kilogram. ’’Sejak kecil nggak bisa apa-apa, semuanya dibantu orang tua,’’ ungkapnya.

Endah mengaku tetap melakukan upaya pengobatan. Namun, itu disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarganya. Kondisi Yudis yang memang sudah cacat membuatnya tak bisa disembuhkan total. Endah tak menginginkan anaknya mengonsumsi obat-obatan kimia. Sebab, sejak kecil sudah mendapat asupan obat kimia yang bisa saja berakibat buruk jika ditambah lagi. ’’Ya akhirnya pakai obat herbal seperti madu dan rebusan belimbing wuluh kalau dia batuk,’’ terangnya.

Endah mengungkap selama ini sudah mendapat bantuan dari pihak pemerintah daerah. Pun kerap mendapat uluran tangan dari donatur. Kebanyakan dari mereka prihatin dengan kondisi Yudis. ’’Alhamdulillah, ada orang–orang yang masih peduli,’’ ucap perempuan yang tinggal di Desa Gulun, Kecamatan Maospati, itu. (mg4/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here