Madiun

Karyawan Inul Vista Menangis Harapkan Relaksasi Tempat Hiburan Malam

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kantong pendapatan tempat hiburan malam (THM) limbung. Sejak dilarang berdendang mulai 17 Maret lalu, kocek dirogoh semakin dalam. Selain harus maintenance peralatan yang tak pernah digunakan, juga menanggung serentetan pembiayaan selama penutupan empat bulan.

Rabu (24/6) Jawa Pos Radar Madiun berkesempatan menilik bilik-bilik room karaoke di Inul Vista. Hawa pengap langsung menyeruak begitu membuka pintu yang selama berbulan terkunci rapat. Pun, saat hendak menyalakan lampu, ada permasalahan kelistrikan yang membuat seluruh ruangan gulita. Kini, tempat hiburan di depan balai kota itu jauh dari kesan gemerlap. Tersisa gelap dan pengap.  ‘’Pandemi ini dampaknya sangat terasa karena kami sudah tutup total selama empat bulan,’’ kata Penanggung Jawab Inul Vista Rony San Djamal.

Sejak pemkot menangguhkan operasional seluruh THM 17 Maret lalu, Rony terpaksa merumahkan 40 karyawannya. Bahan makanan yang telanjur tersedia di dapur restoran pun kedaluwarsa. Nilainya berkisar Rp 12 juta. ‘’Biasanya kami stok satu bulan untuk bahan makanan,’’ ujarnya.

Tutup empat bulan bukan berarti laci penyimpanan uang di tempat hiburan itu ikut dikunci. Setiap bulannya, Inul Vista tetap harus mengeluarkan biaya operasional hingga Rp 30 juta. Untuk menutup pembiayaan premi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan dan pemeliharaan sarpras. ‘’Pemasukan sudah tidak ada, tapi kami harus keluarkan biaya operasional secara rutin,’’ ungkapnya.

Kerugian itu belum termasuk biaya perbaikan sarpras rusak lantaran terlalu lama dianggurkan. Dari 19 komputer, 10 unit trouble lantaran berjamur. Empat speaker juga harus diganti lantaran membran juga berjamur. Jika dipaksa diaktifkan tanpa diperbaiki, dipastikan bakal rusak. Jamur juga menyerang seluruh sofa di 19 room karaoke. Bahkan, sofa di ruang tamu yang sebelum pandemi selalu ramai itu pun sekarang berjamur. ‘’Jamuran semua,’’ sebutnya.

Untuk memperbaiki seluruhnya, ditaksir biaya yang harus dikeluarkan sekurangnya Rp 50 juta. Anggaran itu belum termasuk persiapan sarpras sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan nantinya. ‘’Sebenarnya sebelum penutupan 4 Juni diperpanjang hingga 13 Juli, kami sudah siapkan sarprasnya,’’ tuturnya.

Menjelang pembukaan 4 Juni, Inul Vista telah melakukan berbagai persiapan. Pun, seluruh karyawan bersiap ditarik kembali untuk beroperasi dengan protokol kesehatan. Namun, harapan itu pupus setelah pemkot menerbitkan Surat Edaran (SE) 443.32/1551/401.023/2020 yang mengubah SE 443.32/1268/401.023/2020 tentang Perpanjangan Peningkatan Kewaspadaan Covid-19. ‘’Sampai ada karyawan kami yang menangis karena tidak jadi kerja,’’ ungkapnya.

Tak terbayang di benak Rony, jika setelah kota ini berstatus zona hijau THM tetap tak diberi kesempatan untuk relaksasi. Pihaknya siap mematuhi setiap protokol kesehatan yang ditetapkan. ‘’Jika melanggar protokol kesehatan, kami siap ditutup kembali. Bahkan siap dicabut izinnya karena wabah korona ini memang tak bisa dianggap sepele,’’ janjinya.

Rony merencanakan sejumlah mekanisme jika diperbolehkan berdendang di masa kelaziman baru ini. Setiap kustomer yang masuk dicek suhu tubuh oleh dua petugas yang berjaga di pintu masuk menggunakan thermo gun. Pun, sebelum pintu masuk bakal dipasangi tulisan wajib memakai masker. Juga, diarahkan cuci tangan di tempat yang disiapkan. Meja kasir dan pelayanan dipasangi pembatas transparan. Selain dibekali hand sanitizer, pengunjung juga diberi sarung tangan plastik sebelum memasuki room. ‘’Sudah kami siapkan regulasi dari kedatangan hingga masuk room. Tapi nanti tetap menyesuaikan aturan,’’ terangnya.

Kapasitas room dipangkas 50 persen untuk semua tipe. Di sofa ruang tunggu dan room diberi tanda silang untuk menerapkan physical distancing. Seluruh karyawan wajib mengenakan face shield berpelapis masker dan sarung tangan. Juga disiapkan alat sterilisasi UV ozon. Fungsinya untuk menghancurkan virus, mikroba, juga menetralisasi asap rokok hingga ke bagian terkecil di setiap ruangan. Mikrofon bakal diberi plastik pelindung. Pun setiap kali digunakan, cover-nya diganti. ‘’Setelah dipakai, room akan kami sterilkan terlebih dahulu,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close