Madiun

Bos MLM QNet asal Singgahan, Kebonsari, Ditangkap Polisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Jejak bos multilevel marketing (MLM) berakhir di tahanan Mapolres Lumajang. Muhammad Karyadi, 48, tak bisa lari lagi. Dia ditangkap atas dugaan tipu daya dengan janji penghasilan jutaan. Direktur PT Amoeba International yang berafiliasi dengan PT Q-Net itu menjalankan bisnis dengan sistem money games.

Rumahnya di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, pun telah digeledah tim penyidik Polres Lumajang. Sekretaris Singgahan Joni Anwar mengonfirmasinya. Beberapa waktu lalu, Tim Cobra dari Polres Lumajang menggeledah rumah mewah bercat putih tersebut untuk menautkan benang merah penyelidikan. ‘’Polisi mengamankan buku panduan Q-Net, contoh alat kesehatan, buku rekening, dan komputer,’’ terang Joni.

Baca juga: Legalitas Perizinan Q-net Nihil

Joni yang masih saudara jauh Karyadi itu memerinci, sistem kerja MLM itu mewajibkan member baru mencari dua anggota baru. Setiap anggota baru juga ditugaskan merekrut anggota baru. Jaringan itu membentuk sistem piramida yang kaki kanan-kirinya terus bercabang. ‘’Waktu penggeledahan, saya menyaksikan saja,’’ ujarnya.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono mengaku sampai sekarang belum pernah menerima pengaduan. Lantaran kebanyakan korbannya berasal dari luar daerah. ‘’Saat penggeledahan, kami dimintai bantuan pengamanan. Tapi, semua penanganan di bawah Polres Lumajang,’’ katanya.

Diketahui, money games yang dijalankan Karyadi terbongkar setelah ada laporan anak hilang. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata bergabung dengan bisnis yang berpusat di wilayah selatan kabupaten ini. Saat itu, korban diwajibkan membayar Rp 10 juta. Sembari menjanjikan member baru dipekerjakan dengan upah Rp 3 juta sebulan. (mgc/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

4 Comments

  1. Apa kabar polisi madiun.. kejahatan sebesar itu kemana aja.. motor saya di bawa kabur penipu yang jelas identitasnya aja ndak bisa mengungkap.. saya kecewa sekali dengan kinerja polisi madiun terutama polsek geger.

  2. Q ten di daerah sugio lamongan sj merajalela n sangat meresahkan,warga rela menjual apa sj demi iming2 keuntungan n ternyata tidak seindah yg dibayangkan yg banyak direkrut adalah org2 tani yg mudah dibodohi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close