Ngawi

Kartu Prakerja Minim Peminat, Potensi 14 Ribu, yang Daftar Baru 164

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Minat warga terhadap program kartu prakerja masih minim. Catatan dinas perdagangan perindustrian dan tenaga kerja (DPPTK) setempat, hingga Selasa malam (14/4) lalu baru 164 orang yang mendaftar. Padahal, potensi jumlah pendaftar asal Ngawi mencapai belasan ribu.

Kepala DPPTK Ngawi Yusuf Rosyadi menjelaskan, program kartu prakerja awalnya diluncurkan pemerintah untuk menekan angka pekerja migran Indonesia (PMI). Namun, seiring adanya wabah Covid-19, program itu lantas dialihkan untuk mengatasi banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi tersebut.

‘’Jadi, tidak hanya calon PMI yang dapat mengakses, mereka yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja, Red), dirumahkan, atau kehilangan pekerjaan formal maupun informal juga bisa mendaftar,’’ papar Yusuf Rabu (15/4).

Program kartu prakerja, lanjut dia, tidak didistribusikan melalui pemprov maupun pemkab. Melainkan terpusat di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dengan total alokasi sebanyak 5,6 juta peserta. ‘’Jadi, yang ingin mendaftar langsung mengakses ke pemerintah pusat,’’ ungkapnya sembari menyebut dinasnya menyiapkan tenaga pendamping bagi warga yang hendak mendaftar.

Meski daerah tidak mendapat alokasi, kata Yusuf, pihaknya bisa memetakan potensi jumlah warga Ngawi yang dapat mengakses program tersebut. Pun, sudah melakukan pendataan calon peserta kartu prakerja. Mulai PMI yang pulang kampung, pekerja yang dirumahkan, hingga pedagang pasar dan PKL yang tidak lagi bisa berjualan akibat pandemi korona.

Pendataan, lanjut Yusuf, juga menyasar para perantau asal Ngawi yang terpaksa mudik karena kehilangan pekerjaan. ‘’Perkiraan kami, total ada sekitar 14 ribu yang berpotensi menjadi peserta kartu prakerja,’’ ungkapnya.

Meski begitu, Yusuf menyebut belum tentu semua mendaftar. Sebab, proses kepesertaan kartu prakerja menggunakan sistem online yang tidak setiap orang bisa mengaksesnya. ‘’Setiap peserta akan menerima bantuan senilai Rp 3,55 juta. Perinciannya, Rp 1 juta untuk pelatihan, Rp 600 ribu untuk begutuhan sehari-hari, dan Rp 150 ribu untuk mendukung peserta mencari pekerjaan,’’ paparnya.

Yusuf menambahkan, pendaftaran program kartu prakerja dibuka sebanyak 30 gelombang mulai 11 April hingga pekan keempat November. Gelombang pertama berakhir hari ini dan hasilnya diumumkan besok. ‘’Kami akan surati para camat dan kepala desa untuk menginformasikan program tersebut,’’ pungkasnya. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close