Magetan

Karantina Wilayah Terbatas Berlaku di Temboro, Hanya Local Lockdown, Belum PSBB

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Jumlah kasus positif Covid-19 di Magetan sudah menjadi yang terbanyak ketiga se-Jatim. Meski begitu, pemkab menyatakan belum perlu menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti daerah lainnya. Keputusan itu mendasar hasil kajian dan konsultasi dengan pemprov.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Magetan Saif Muchlissun mengatakan, yang menjadi pertimbangan belum perlunya penerapan PSBB karena persebaran virus korona masih dalam satu kawasan. Yaitu di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Temboro. Pertimbangan lainnya adalah masalah ekonomi, sosial, dan kesehatan. ‘’Dari pemprov menyarankan bahwa Magetan masih belum perlu menerapkan PSBB. Karena pasien positif Covid-19 banyak terdapat di satu area saja,’’ terang Muchlis Minggu (3/5).

Meski begitu, pihaknya diperbolehkan oleh pemprov untuk menerapkan karantina wilayah secara terbatas. Terutama di sekitar lingkungan ponpes di Temboro. Warga yang keluar-masuk harus mempunyai ID card. ‘’Pemdes dan pondok juga sudah sepakat untuk tidak menerima tamu saat ini,’’ ujar Muchlis yang juga menjabat kepala diskominfo itu.

Muchlis menjelaskan, masa karantina wilayah terbatas berlaku sampai dengan 14 hari ke depan. Terhitung sejak pekan lalu hingga pekan depan. ‘’Kami berusaha menekan aktivitas di sana,’’ katanya.

Selain itu, pintu perbatasan daerah diketati. Hanya kendaraan yang memuat sembako dan obat-obatan boleh lewat. Selebihnya diminta putar balik. ‘’Baik di Temboro maupun di perbatasan, pengetatan kami lakukan 24 jam untuk menekan penyebaran virus korona,’’ terangnya.

Upaya itu sekaligus menepis anggapan bahwa Magetan sebagai salah satu daerah episentrum penyebaran Covid-19. Muchlis berdalih virus tersebut menginfeksi para santri karena tertular dari orang di luar Magetan. ‘’Yang daerah lain rasakan itu sama seperti yang kami rasakan. Saat ini kami fokus memutus mata rantai penyebarannya saja,’’ tandasnya. (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close