Karangrejo Terancam Banjir Batu Lagi

133

PACITAN – Meski musim penghujan, Sungai Grunggung kering kerontang. Hanya gemericik air mengalir di anak Sungai Parangan, Desa Karangrejo, Arjosari, Pacitan, itu. Namun, sekitar pukul 11.00 kemarin (22/1), tiba-tiba material batu dan lumpur perlahan bergerak turun melewati aliran sungai tersebut. ‘’Perlahan-lahan tapi banyak,’’ kata Maftuh, salah seorang warga setempat.

Warga setempat pun dibuat waswas. Terutama di Dusun Wonosari. Mereka khawatir bencana akhir 2017 silam terulang. Saat itu material batu membuat akses ke Desa Karanggede putus. Pun jembatan penghubung ke dusun tersebut terseret banjir. ‘’Di sini pertemuan antara sungai dari Karanggede, material batunya sampai menutup aliran itu dan airnya tertahan,’’ terangnya.

Beruntung kekhawatiran itu tak sepenuhnya terjadi. Material bebatuan yang terbawa aliran sungai tak sampai memutus akses antardesa tersebut. Namun, ribuan kubik batu justru menutup aliran anak Sungai Grindulu. Hingga lebar sungai tinggal separo. Air hanya melewati tiga  meter lebar sungai tersisa. Alhasil, alirannya kian deras. ‘’Kalau kayak gini (tertutup, Red) yang susah warga Wonosari karena tanah mereka semakin tergerus,’’ ujarnya.

Maftuh menambahkan, hampir setiap musim penghujan banjir batu terjadi di desanya. Paling parah akhir 2017 dan awal 2018 lalu. Meski telah menggelontorkan ribuan meter kubik material, diprediksi banjir batu masih mungkin terjadi. Pasalnya, Sungai Grunggung masih dipenuhi material batu. ‘’Mungkin saat ini masih tertahan di sana. Karena kemarau kemarin tanahnya mengeras. Semoga tidak terjadi banjir besar dan membawa batu lagi,’’ ucapnya.

Tak hanya menyumbat aliran anak Sungai Grindulu. Tingginya debit air juga kembali memutus akses warga Wonosari. Pasalnya, untuk mencapai luar dusun mereka harus menyeberang sungai tersebut. Kini, mereka harus memutar hingga dua kilometer. Pun harus melalui tepi bukit terjal. ‘’Cuma itu jalannya, karena gak ada jembatan lain lagi,’’ sebutnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here