Kantor Bawaslu Kebanjiran, Berkas SPj 2018 Tenggelam

138

PONOROGO – Kantor Bawaslu Ponorogo di Jalan Trunojoyo pun tak luput dari banjir. Genangan mencapai satu meter merendam seluruh areal kantor badan pengawas pemilu tersebut.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Ponorogo Wahid Purwanto mengungkapkan, 50 persen berkas Surat Pertanggungjawaban (SPj) 2018 tenggelam. Dua laptop, satu printer, dan beberapa motor juga belum ditemukan kemarin. Sejak banjir menerjang tiba-tiba pada dini hari. ‘’Sebenarnya, kami sudah antisipasi saat air mulai masuk ke halaman kantor,’’ kata Wahid.

Saat itu, Wahid telah mengamankan berkas di atas lemari. Namun, luapan air yang datang tiba-tiba membuat petugas panik dan pilih bergegas meninggalkan kantor yang dekat Sungai Sekayu tersebut. ‘’Malam motor langsung ditinggalkan demi keselamatan,’’ ujarnya.

Dua mobil pelat merah dan mobil pribadi milik salah satu komisioner yang terparkir ikut terendam. Seharian kemarin, aktivitas di kantor pengawas pesta demokrasi itu lumpuh total. ‘’Di sini masih belum dapat digunakan beraktivitas,’’ ungkapnya.

Namun, fungsi pengawasan pemilu di wilayah kecamatan tetap berjalan. Berkas yang tersisa tetap diamankan. Di antaranya, dokumen pengawasan dan laporan keuangan 2019. ‘’Kami evakuasi sementara mengantisipasi banjir susulan,’’ sambung Wahid.

Dokumen penting itu diamankan ke Gedung Juang 45. Sembari menunggu banjir surut. Namun, belum dapat dipastikan sampai kapan aktivitas di kantor Bawaslu pulih. ‘’Apakah nanti kantornya dipindah sementara atau seperti apa, kami belum dapat memastikan,’’ tuturnya.

Wahid tidak mengira banjir bakal separah ini. Dia menerima informasi air masuk ke halaman kantor pukul 22.00, Rabu (6/3). Sinyal itu sudah ditangkap petugas yang berjaga. Mereka mengamankan berkas semampunya. Namun, dua jam berselang air tiba-tiba naik dan memasuki ruang-ruang kantor. ‘’Beberapa jam petugas melaporkan air masuk ke kantor,’’ terangnya.

Tepat pukul 04.00 dini hari (7/3), pihaknya mendapat informasi bahwa ketinggian air sudah setinggi 1,5 meter. Pihaknya hanya bisa pasrah sembari menunggu kondisi membaik. Sebelum akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi sejumlah berkas. ‘’Semoga fungsi pengawasan pemilihan umum (pemilu) tidak terganggu,’’ harapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here