Magetan

Kantongi Rekomendasi, Dua THM Beroperasi

Empat Kafe Menunggu Hasil Asesmen GTPP

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dua tempat hiburan malam (THM) di Magetan telah mengantongi izin beroperasi dari tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19. Hay Cafe, Magetan, dan Virgo Cafe, Maospati, telah lolos asesmen operasional dengan penerapan protokol kesehatan. ‘’Sudah diberi rekomendasi untuk buka,’’ kata Ari Budi Santosa, anggota bidang operasi GTPP Covid-19 Magetan, Minggu (2/8).

Ari mengungkapkan, Hay Cafe dan Virgo telah dicek oleh tim asesmen Kamis (30/7). Keduanya telah memenuhi aspek standard operating procedure (SOP) di masa transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB). Antara lain, prasarana hand sanitizer dan wastafel, perlakuan pada benda yang kerap disentuh pengujung, dan pembatasan jarak pada lahan parkir. ‘’Kami instruksikan untuk  tetap melakukan sterilisasi, baik sebelum membuka maupun menutup aktivitas,’’ ujarnya.

Selain kedua THM itu, empat pemilik bisnis berdendang juga telah mengajukan asesmen ke GTPP. Yakni, Hotel Morodadi, Sarangan; Duta Cafe, Plaosan; Ariska, Parang; dan Suzanna Karaoke, Sukomoro. Namun, belum ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi.

Tim asesmen terdiri dinas pariwisata dan kebudayaan, dinas perhubungan, dinas perindustrian dan perdagangan, satpol PP dan damkar, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), serta bagian kesejahteraan rakyat. ‘’Akan dilanjutkan secara bergiliran,’’ ucap kepala pelaksana BPBD tersebut.

Kabid Perundang-undangan Daerah Satpol PP dan Damkar Magetan Ferry Yoga Saputra menambahkan, pengawasan terhadap operasional THM diperketat. Bila dilanggar, bukan hanya izin beroperasi selama pandemi yang dicabut, melainkan juga izin operasional. ‘’Pelanggaran berat bisa dilakukan penyegelan,’’ tegasnya.

Ferry menyebut, pengusaha bisnis sing-song itu diminta melakukan pengawasan internal. Juga mengedukasi para tamunya. Sehingga, upaya pencegahan persebaran korona bisa maksimal. ‘’Jangan sampai THM jadi klaster penularan Covid-19,’’ ujarnya. (fat/c1/cor)

Posisi Ke-28 Se-Jatim, tapi Masih Banyak PR

MAGETAN berada di posisi 11 besar kasus Covid-19 se-Jawa Timur (Jatim). Namun, bukan dari atas, melainkan bawah. Kabupaten ini berhasil menurunkan angka kasus penambahan pasien dan kematian sejak pandemi datang Maret.

Dari sempat di urutan ketiga, kini menukik tajam ke-28. ‘’Berkat kerja keras komponen masyarakat yang saling bahu-membahu memutus persebaran Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Magetan Saif Muchlissun Minggu (2/8).

Muchlis, sapaan Saif Muchlissun, berharap penurunan peringkat ini tidak membuat masyarakat lengah. Pasalnya, hingga kemarin masih ada 31 pasien dalam pemantauan dari total 159 kasusnya. Pekerjaan rumah (PR)-nya juga masih banyak.  Selain menolkan pasien positif, juga menekan penambahan pasien baru. ‘’Pandemi tidak bisa berakhir, tapi bisa diminimalkan persebarannya,’’ terangnya.

GTPP mengklaim turunnya posisi kabupaten ini karena jumlah pasien sembuh terus bertambah. Minggu (2/8), sembilan pasien dinyatakan negatif Covid-19. Dua hari sebelumnya atau Jumat (31/7), dua pasien sembuh lebih awal. ‘’Proses sembuhnya pasien berbeda-beda tergantung kondisi tubuhnya. Seperti adanya penyakit penyerta dan kondisi psikis,’’ papar Muchlis. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close