Madiun

Kantong Parkir Masih Jadi PR di Sunday Market Kota Madiun

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Opening Sunday Market Minggu (4/8) mengundang animo puluhan ribu warga di Madiun Raya dan sekitarnya untuk datang ke Taman Bantaran Kali Madiun. Saking banyaknya pengunjung membuat mereka harus kewalahan saat mencari lokasi parkir.

Selain itu, para pengunjung masih terkonsentrasi masuk via gerbang depan pos polisi Sonokeling. Padahal, ada akses lain dari kawasan Jalan A.Yani. Kantong parkir yang disediakan oleh pemkot di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan kawasan Bantaran Kali Madiun ternyata tak muat menampung jumlah kendaraan warga. ’’Jalannya sini lumayan padat. Kalau bisa ke depannya penataan parkir lebik baik lagi,’’ kata Ikhsan, salah seorang warga Blitar.

Persoalan serupa juga dialami salah seorang pedagang Sunday Market. Adalah Ariyanti yang mengaku bahwa lalu lintas menuju Bantaran Kali Madiun cukup padat saat berangkat dan pulang. Jarak menuju pintu keluar yang jauh membuatnya harus menunggu kendaraan penjemput datang. ’’Kalau di CFD tinggal didorong saja. Sekarang ya pikir-pikir karena aksesnya menanjak,’’ ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Madiun Maidi mengatakan beberapa kendala semacam itu bakal diselesaikan dalam waktu dekat. Termasuk penyediaan kantong parkir bagi pedagang dengan daya tampung sekitar seribu kendaraan di sisi timur Taman Bantaran Kali Madiun. ‘’Sekarang posisinya sedang diuruk dan dipaving. Prosesnya memakan waktu sekitar tiga hari,’’ katanya.

Selain parkir, dia masih menjumpai adanya sampah pembeli yang berceceran di sekitar lokasi Sunday Market. Sebagai tindak lanjut, persoalan itu bakal dicarikan solusi oleh dinas lingkungan hidup (DLH). Seperti penambahan bak sampah di beberapa titik. ’’Tapi, saya sangat berharap orang tua yang mengajak anaknya ke sini (Sunday Market, Red) bisa mengajarkan membuang sampah pada tempatnya. Karena itu juga bagian dari edukasi,’’ terang Maidi.

Mantan sekda Kota Madiun tersebut memang tegas soal komitmen menjaga kebersihan lingkungan Sunday Market. Karena itu, sejak awal dia meminta pedagang bisa berlaku tertib dan menjaga kebersihan saat berjualan. ’’Setelah selesai, akan dicek, nomor lapak berapa yang tempatnya kotor. Yang tidak komitmen akan kita dis (diskualifikasi, Red), tidak boleh berjualan di Sunday Market lagi,’’ tegasnya.

Kemudian, tempat itu akan digantikan oleh pedagang lain yang masuk daftar tunggu. Yang jelas, dia bakal mengevaluasi pelaksanaan Sunday Market pada hari pertama kemarin. Sehingga, ketika ada kekurangan bisa langsung diperbaiki.

Sebab, menurutnya, ketertiban dan kenyamanan menjadi poin penting agar pengunjung makin banyak yang datang ke Sunday Market. ‘’Ekonomi kreatifnya mengena, wisatanya mengena, edukasinya juga mengena, itu yang kami harapkan,’’ ucap Maidi. (mgd/her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close