Kanopi dan Atap Pasar Legi Mulai Dipreteli

319

PONOROGO – Kosong sudah sepenjuru Pasar Legi Songgolangit di batas akhir relokasi kemarin (6/1). Tak lama lagi, pemkab melakukan appraisal sebelum pasar terbesar di Ponorogo itu dirobohkan untuk dibangun ulang. ‘’Boyongan sudah seratus persen. Banyak pedagang yang masih menata dagangannya,’’ kata Kabid Penataan Pasar Disperdakum Fitri Nurcahyo.

Pantauan Radar Ponorogo hingga sore, tidak ada lagi transaksi di Pasar Legi Songgolangit. Di mana pun. Los pedagang daging, meracang, hingga busana. Selasar tengah yang dulunya penuh oleh kios-kios tripleks pedagang busana juga telah kosong. Menyisakan sunyi di pasar yang terbakar hebat Mei 2017 lalu itu. Bahkan, kanopi dan atap di beberapa sisi pasar sudah mulai dipreteli. Tetapi, transaksi masih riuh di pasar eks stasiun. Memang, dari 2.026 pedagang, sebagian urung berpindah lantaran masih kebingungan dengan zonasi penempatan di pasar sementara sesuai jenis dagangannya. Sementara baru sebagian pedagang yang sudah siap berjualan. Fitri meyakini transaksi jual beli bakal berangsur normal dalam hitungan hari. ‘’Yang sudah selesai menata, sudah berjualan. Akan pulih perlahan (transaksi pasar, Red),’’ ujarnya.

Selama boyongan, los 4 menjadi tempat paling riuh. Betapa tidak, di los tersebut, 404 pedagang dari pasar eks stasiun dan 286 pedagang dari eks pengadilan berjualan. Sebagian di antaranya terpaksa ngemper di tepi los lantaran tidak kebagian jatah bedak di bawah atap. Mereka yang tumpah ke sekitaran los 4 berjualan di emperan paving, menggunakan payung sendiri sebagai peneduh. Sejak awal, luasan los 4 tidak memungkinkan untuk mengakomodir seluruh pedagang dari dua pasar itu. ‘’Biasanya kan mereka memang tidak berjualan di dalam pasar dan menggunakan payung sendiri. Tapi nanti tetap akan ada peneduh, kanopi dari CSR Bank Danamon,’’ terang Fitri.

Sekretaris Perhimpunan Pedagang Pasar Legi Shenkli Fauzi mengatakan, seluruh pedagang telah angkat kaki sejak Sabtu (5/1). Kios-kios kecil berbahan kayu dan tripleks pedagang busana pun sudah mulai dibangun. Namun, disesuaikan dengan ukuran bedak yang mengecil di pasar sementara. Sedangkan, pedagang warung ditempatkan di los 4 sisi selatan dan sisi timur los 2 dan 3. Fauzi awalnya sempat cemas dengan penempatan para pedagang warung di pasar sementara. Namun, dalam beberapa hari kemarin, persoalan penataan pedagang warung dari Pasar Legi sudah mulai terurai. ‘’Alhamdulillah sejauh ini kondusif. Sebanyak 42 pedagang warung juga disediakan tempat di timur los 2 dan 3 dan di los 4,’’ jelasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here