Kang Woto Kampanyekan Bike To Work

261
GOWES: Bupati Magetan Suprawoto hampir setiap waktu bersepeda dari rumah dinas ke kantornya sebagai bentuk upaya mengurangi gas emisi.

MAGETAN – Untuk mendukung performanya, Bupati Magetan Suprawoto punya komitmen untuk tidak selalu naik kendaraan bermotor ke kantor. Dia bersepeda atau berjalan kaki dari rumah dinasnya di Pendapa Surya Graha ke kantornya di Jalan Basuki Rahmat Timur. ‘’Supaya mengurangi gas emisi. Kurangi naik kendaraan yang menggunakan BBM (bahan bakar minyak),’’ ujar bupati yang akrab disapa Kang Woto itu.

Virus bike to work itu coba ditularkan Kang Woto ke anak buahnya sebagai bentuk kampanye peduli lingkungan. Dia berharap kalau bisa seluruh pegawai Pemkab Magetan yang tinggal di dalam kota mancal dari rumah ke kantor. ‘’Bersepeda kan sehat,’’ ungkap mantan sekjen kementerian kominfo itu.

Kang Woto mengaku bersepeda bukan hanya untuk olahraga, melainkan juga menyapa masyarakat dan memantau pembangunan di wilayah. Aktivitas itu sering dilakoninya setiap akhir pekan atau saat tidak ada kegiatan dinas. Menurut dia, bersepeda bisa membuat dirinya makin dengan masyarakat. ‘’Banyak yang bisa didapat kalau bersepeda,’’ terang kepala daerah yang lahir pada 13 Februari 1956 itu.

Kang Woto berharap kebiasannya itu dapat ditiru oleh masyarakat Magetan. Seperti apa yang sudah menjadi kebiasaan warga Jepang, Belanda, dan Inggirs. Dengan begitu kualitas udara bisa tetap terjaga agar tak semakin tercemar gas emisi seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. ‘’(dengan bersepeda) bukan hanya orangnya yang sehat, tapi lingkungan juga sehat,’’ ungkapnya.

Seperti diketahui, setelah dilantik sebagai bupati Magetan pada September 2018 lalu, Kang Woto menaruh perhatian lebih pada sektor lingkungan. Misalnya membatasi penggunaan plastik di lingkungan kerja pemkab. Seperti mengganti konsumsi air mineral kemasan plastik dengan menyediakan gelas dan kendi. Sehingga keberadaan sampah plastik bisa ditekan. Karena butuh waktu lama untuk mengurai sampah plastik. ‘’Kalau bukan kita siapa yang mengawali,’’ ujar Kang Woto.

Kebijakan itu ternyata juga diberlakukan pada rumah makan dan hotel di Magetan. Pemkab membatasi penyediaan botol mineral plastik kepada pengunjung hotel. Kampanye peduli lingkungan itu juga disebarkan kepada masyarakat dan pelajari di Bumi Ki Mageti. Mereka diharapkan membawa botol minuman sendiri saat beraktivitas. Dengan begitu, suplai sampah plastik dari masyarakat bisa berkurang. ‘’Kondisi itu nantinya bisa dirasakan dampaknya oleh anak cucu kita,’’ ungkap Kang Woto. (ekohms/bel/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here