Kang Woto Ingin Menguji Welly

91

MAGETAN – Tahun ini menjadi tahun terakhir pemkab mengucuri PDAM Lawu Tirta dengan modal miliaran rupiah. Yakni, sesuai Perda 7/2015 tentang Penyertaan Modal PDAM Lawu Tirta, sudah berakhir tahun 2019. ’’Kami akan selektif, dilihat saja nanti perkembangannya seperti apa,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Kang Woto –sapaan bupati– ingin melihat Welly Kristanto jika sudah disapih. Apakah BUMD yang dipimpinnya tetap sehat seperti saat dimanja Pemkab Magetan dengan Rp 2 miliar setiap tahunnya. Atau justru jatuh ’’sakit’’ jika tanpa dukungan permodalan dari kas daerah (kasda). Jika memang nantinya sehat, Kang Woto tak keberatan PDAM menjadi mandiri seterusnya. ‘’Kalau tidak, ya diberi modal lagi,’’ ujarnya.

Namun, sepertinya mantan Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kekominfo) itu ingin menguji Welly dan anak buahnya. Kang Woto mengilustrasikan perubahan para karyawan swasta yang pindah ke perusahaan milik pemerintah. Masih sama-sama bekerja pada perusahaan air minum. Pastilah karyawan itu bakal menjadi malas bekerja. ’’Kenapa orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta yang pindah ke perusahaan pemerintah itu menjadi malas,’’ tuturnya.

Perubahan itu lantaran perusahaan milik pemerintah tidak akan ditutup meskipun mengalami kerugian. Sehingga, tidak ada effort dari para karyawan untuk mengembangkan perusahaannya. Lain halnya dengan perusahaan swasta, para karyawan akan bekerja giat. Sebab, jika perusahaan merugi, mereka akan kehilangan pekerjaannya. Kang Woto ingin melihat apakah kinerja PDAM Lawu Tirta masih sama seperti saat diberi suntikan modal pemkab setelah tidak mendapatkannya. ’’Akan kami pertimbangkan dulu ke depannya seperti apa,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Lawu Tirta Gianto tidak keberatan jika tahun 2020 mendatang sudah tidak mendapatkan kucuran modal dari Pemkab Magetan. Bahkan, dia lebih suka jika mandiri. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak akan berubah. Hanya, cakupan pelayanan akan sedikit lambat. Itu berkaitan dengan kemampuan perusahaan terhadap investasi. Dia berani menjamin tidak diberinya modal itu, tidak akan membuat kinerja PDAM menurun. ’’Pelayanan akan seperti biasa, hanya progres capaian (penambahan sambungan, Red) setiap tahun akan turun,’’ bebernya.

Dikatakan Gianto, dia tidak akan meminta penyertaan modal kepada Pemkab Magetan pada 2020 mendatang. Jika pemkab memberikan, akan diterima. Meski tidak diberi, PDAM Lawu Tirta tetap akan memberikan kontribusinya kepada pemkab dalam bentuk pendapatan asli daerah (PAD). Bagaimanapun, pemkab sebagai pemilik saham dalam BUMD tersebut. ‘’Tidak pengaruh pada PAD, karena ini milik pemkab,’’ katanya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here