Kang Woto Cari Bibit Unggul Penerus Suwardi

100

MAGETAN – Kiprah Suwardi, petarung mixed martial art (MMA), sudah level internasional. Pria 36 tahun asal Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Magetan, itu kemarin (27/12) diundang khusus Bupati Magetan Suprawoto ke Pendapa Surya Graha. Menurut Kang Woto –sapaan Suprawoto– Suwardi dinilai sosok inspiratif. Capaian prestasinya mampu mengharumkan nama Magetan. ’’Saya berharap kesuksesannya bisa menggugah bakat dan minat remaja Magetan,’’ kata bupati.

Dia menyebut Magetan adalah gudangnya para pesilat. Tentu akan semakin baik dan kompetitif jika diarahkan secara khusus. Dia sudah berbicara khusus dengan Suwardi untuk bersama mencari bibit unggul. Ke depannya bisa digembleng menjadi petarung maupun pesilat andal. ’’Suwardi bisa jadi contoh. Dari orang yang tidak punya, dengan tekad luar biasa bisa meraih sukses hingga kemampuannya diakui petarung negara lain,’’ ujar Kang Woto.

Suwardi juga dinilai sudah berjasa kepada Magetan. Bupati berharap kiprah dan prestasi yang dicetaknya tidak berhenti. Tak hanya Suwardi, semua putra Magetan yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional akan diajak berbicara khusus oleh bupati. ’’Mari bersama memajukan Magetan,’’ tegasnya.

Sementara, Suwardi mengapresiasi undangan dari bupati. Dia sependapat dan satu visi dengan bupati untuk sama-sama mencari bibit unggul pesilat dan petarung di Magetan. ’’Semua ini demi Magetan,’’ ucapnya.

Suwardi lantas menceritakan kisah dirinya terjun menjadi petarung MMA. Sejak kecil dia memang menyukai pencak silat. Dia lantas ikut berlatih di PSHT. Kemudian pada 2000 mengikuti pengesahan sebagai warga PSHT. Perjalanannya meraih kesuksesan tidak semudah yang dibayangkan. Banyak liku kehidupan sudah dilalui. Salah satunya faktor ekonomi. ’’Saya waktu itu harus merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah keluarga,’’ ungkap putra pasangan Giman dan Tarni tersebut.

Si Becak Lawu –julukan Suwardi- menambahkan, awalnya dia hanya mengantarkan temannya latihan. Setelah itu iseng mengikuti gerakan. Akhirnya, pelatih melihat dan mengajak Suwardi bergabung.  Sejak itulah dia mulai aktif mengikuti latihan hingga terjun menjadi petarung MMA. ’’Dulu saya latihan kerap utang untuk membayarnya,’’ kenang Suwardi sembari tertawa. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here